Ilustrasi tambang batu bara. (Foto: Shutterstock)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, setoran bea cukai ke negara bakal melejit jika ekspor batu bara dikenai bea keluar (BK). Sayangnya, aturan BK untuk ekspor batu bara dibatalkan.
Tak mau larut dalam kesedihan, Purbaya menyebut, batalnya pengenaan BK terhadap ekspor batu bara bukan pemicu utama rendahnya pendapatan bea cukai pada tahun ini. “Kalau bea keluar batu bara akan dikenakan, ya mungkin akan lebih tinggi penerimaannya,” ujarnya di Jakarta, dikutip Kamis (23/7/2026).
Tahun ini, pemerintah memproyeksikan penerimaan bea cukai bakal mengalami shortfall alias gagal target sekitar Rp15,4 triliun. Hingga akhir tahun, realisasi penerimaan diperkirakan hanya Rp320,6 triliun atau 95,4 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp336 triliun.
Menurut Purbaya, terdapat sejumlah faktor yang menekan kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai. Salah satu penyebab utamanya adalah penurunan harga komoditas yang berdampak pada melemahnya nilai transaksi ekspor dan impor.
“Memang harga komoditas sempat rendah, walaupun akhir-akhir ini naik, tapi belum setinggi tahun lalu. Tapi kalau kita lihat (penerimaan) sudah tumbuh 6 persen, sudah lumayan bagus. Mengingat kondisi global yang kadang bagus kadang enggak,” tuturnya.
Ia menjelaskan, rencana penerapan bea keluar batu bara sejak awal tidak semata-mata bertujuan meningkatkan penerimaan negara. Kebijakan tersebut juga dirancang sebagai kompensasi atas besarnya restitusi pajak yang diberikan kepada industri batu bara pada tahun sebelumnya.
Purbaya mengungkapkan, pada 2025 pemerintah mengembalikan restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sektor batu bara hingga sekitar Rp25 triliun. Kondisi tersebut dinilai membebani penerimaan negara.
“Tahun lalu saya restitusi PPN dari batu bara itu sekitar Rp25 triliun. Jadi saya mensubsidi industri batu bara, itu yang pemerintah rugi besar tahun lalu. Ada trading yang agak slow juga sedikit (yang berpotensi membuat penerimaan bea dan cukai shortfall),” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












