Produk Indonesia Bakal Rajai Uni Eropa, Menko Airlangga Dorong Ratifikasi IEU CEPA

Clara Medium.jpeg

Jumat, 21 Agustus 2026 – 19:20 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah Indonesia memperkuat hubungan ekonomi dengan Uni Eropa. Caranya dengan mempercepat implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA).

Untuk merealisasikannya, pemerintah menjalankan dialog dengan delegasi Uni Eropa dan para duta besar dari negara-negara anggota Uni Eropa. “Kami menyampaikan apresiasi kepada delegasi Uni Eropa dan para duta besar Uni Eropa, atas kehadiran pada kesempatan ini. Kami melihat, IEU CEPA merupakan game changer untuk memperkuat perdagangan, investasi, diversifikasi rantai pasok, dan ketahanan ekonomi bilateral di kawasan ASEAN/Indo-Pasifik,” terang Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Menko Airlangga menjelaskan, jika IEU CEPA sudah bisa diimplementasikan mulai awal tahun depan, maka Indonesia akan semakin mudah mendapat akses pasar. Tarif awal sebesar 90,4 persen bakal tergerus menjadi 0 persen, dan 8,37 persen berkurang bertahap.

Diharapkan bakal memperluas ekspor sawit, alas kaki, kopi, furnitur, pertanian, perikanan, dan telekomunikasi. Di sisi lain, Uni Eropa bakal mendapatkan akses pasar Indonesia yang lebih luas, bagi industri atau konsumen Eropa, serta pasokan produk yang lebih kompetitif.

“Dari perkembangan IEU CEPA, dokumentasi dalam versi bahasa Inggris sudah segera diselesaikan, dan ditargetkan di bulan Oktober mudah-mudahan bisa ditandatangani. Sesudah ditandatangani akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk mendapatkan ratifikasi. Di Indonesia sendiri, Pak Menteri Perdagangan sudah berkonsultasi dengan DPR. Indonesia akan menggunakan mekanisme Perpres karena sudah didiskusikan dengan DPR, sehingga implementasinya akan lebih cepat,” jelas Menko Airlangga.

Dengan meratifikasi Perjanjian IEU CEPA, Indonesia berharap akan membuka potensi investasi yang akan masuk ke negara ini. Indonesia mendorong investasi Uni Eropa pada sektor bernilai tambah tinggi, misalnya manufaktur maju, energi terbarukan, EV, digital, farmasi, guna mendukung transfer teknologi dan transformasi industri domestik.

“Sekarang Eropa juga menjadi salah satu mitra investasi Indonesia di berbagai sektor, dan bagi Eropa juga. Terlihat dalam beberapa waktu belakangan, banyak sekali Indonesia mendapatkan kunjungan dari negara-negara Eropa dan mereka membawa delegasi bisnis yang besar,” ucapnya.

Dia mengatakan, Generalised Scheme of Preferences (GSP) Indonesia bakal berakhir pada akhir 2026, sehingga dengan segera diratifikasinya perjanjian IEU CEPA akan mengikis kesenjangan yang mungkin terjadi untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut.

Di sisi lain, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, YM Denis Chaibi mengapresiasi pihak Indonesia atas dialog dan kerja sama yang terjalin.

“Ini adalah kesempatan fantastis bagi Negara-Negara Anggota Uni Eropa untuk menyatakan komitmen politik mereka untuk menandatangani CEPA sesegera mungkin, dan untuk menindaklanjuti proses ratifikasi seperti yang dijelaskan oleh Pak Menko Airlangga. Ratifikasi ini akan memicu minat yang kuat untuk berinvestasi di Indonesia bagi perusahaan-perusahaan Eropa,” kata Denis.

Lebih lanjut, Denis juga sependapat dengan Airlangga bahwa ke depannya akan semakin banyak menteri, delegasi bisnis, bahkan keluarga kerajaan dari Eropa yang akan berkunjung ke Indonesia, dan salah satunya untuk memanfaatkan sisi positif dari keberadaan IEU CEPA ini. Termasuk pada akhir Oktober atau awal November nanti, Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maros Sefcovic juga akan berkunjung ke Indonesia.

“Selain itu, pertemuan semacam ini memungkinkan Negara-Negara Anggota Uni Eropa untuk lebih banyak berinteraksi dengan kementerian terkait, sehingga kita dapat mempersiapkan implementasi CEPA dan membuka potensi investasi seperti yang telah Pak Menko Airlangga sebutkan. Kami sangat senang bahwa APINDO juga mengusulkan Joint Task Force sehingga pelaku bisnis dapat terlibat dalam persiapan CEPA, baik di tingkat teknis maupun secara bilateral dengan Negara-Negara Anggota Uni Eropa,” tutur Denis.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang