Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan penjelasan kepada wartawan usai kunjungan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (5/7/2026). (Foto: ANTARA/Rifki Hasan).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan pasokan pupuk bersubsidi untuk petani di Sulawesi Tengah (Sulteng) cukup, sebelum memasuki musim tanam.
“Tentunya pemerintah hadir guna memastikan kebutuhan petani benar-benar terpenuhi, berjalan lancar dan bisa ditebus para petani,” kata Menko Zulhas saat berkunjung ke Kabupaten Sigi, Sulteng, Minggu (5/7/2026).
Ia mengemukakan, pentingnya ketersediaan pupuk sebelum musim tanam guna meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di Sulawesi Tengah.
“Jadi kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga produktivitas pertanian,” ucapnya.
Menurut dia, pemerintah telah melakukan berbagai pembenahan dalam tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi sehingga prosesnya lebih sederhana, cepat, dan mudah diakses petani.
“Perlu adanya reformasi yang dilakukan melalui penyederhanaan regulasi dan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 20 persen untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi,” kata Ketua Umum (Ketum) PAN itu.
Ia menuturkan nantinya kebijakan tersebut bisa memberikan dampak nyata agar memberikan kepastian bagi petani untuk memulai musim tanam tanpa terkendala ketersediaan pupuk.
“Pastinya pupuk tersedia sebelum musim tanam, jumlahnya cukup dan harganya mendapat diskon,” kata dia.
Menko Zulhas menyebutkan, penyaluran pupuk yang tepat waktu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian nasional.
Ketersediaan pupuk sebelum musim tanam dapat meningkatkan produksi pertanian mencapai 8 persen.
“Jika pupuk lancar dan sudah tersedia sebelum musim tanam, produksi pertanian bisa naik. Jadi pupuk sangat penting bagi petani agar produktivitasnya meningkat,” ujarnya.
Informasi saja, realisasi penebusan pupuk bersubsidi di Sulteng mencapai 42 persen, atau 68.459 ton dari alokasi sebesar 161.400 ton terdiri dari Urea 23.668 ton, NPK Phonska 33.249 ton, NPK Khusus Kakao 10.432 ton, pupuk organik 1.038 ton, dan SP-36. Selain itu, Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok pupuk bersubsidi di Sulawesi Tengah sebesar 14.805 ton.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













