Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincang dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep (tengah) saat menggelar pertemuan di kawasan Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/2/2024). (Foto: Antara).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dosen Departemen Akuntansi dari Universitas Brawijaya (UB), Noval Adib mengatakan, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) yang sebagian sahamnya dimiliki Kaesang Pangarep, putra bungsu eks Presiden Jokowi, mengarah kepada kebangkrutan.
“Dari faktor internal, tata kelola PMMP sepertinya memang bermasalah, ini terlihat dari tingginya rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio), alias leverage tinggi. Sementara laba menurun dan arus kasnya negatif,” papar Noval kepada Inilah.com di Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Jika bisnis dalam kondisi normal, kata dia, leverage tinggi tidak menjadi masalah, jika cicilan utang bisa dibayarkan lancar. Namun kondisi bisnis menjadi tidak bagus, jika leverage yang tinggi namun perusahaan tersendat bahkan tak mampu membayar utang pokok dan bunganya.
“Ini yang sekarang mendera PMMP. Keadaan ini diperburuk karena sepertinya PMMP manajemen risikonya dan pengendalian internalnya, kurang bagus. PMMP sepertinya tidak mempunyai skenario bagaimana jika harga udang jatuh tajam, misalnya,” bebernya.
Opini auditor independen yang menyatakan disclaimer atau tidak memberikan pendapat dan meragukan going concern (keberlangsungan hidup perusahaan), semakin menunjukkan PMMP tidak dikelola dengan baik.
Saat ini, kata dia, faktor eksternal PMMP, boleh dibilang tengah berada di ujung tanduk. Akibat anjloknya harga udang dunia sepanjang 2023-2024.
Berdasarkan laporan tahunan, pangsa pasar udang PMMP sepenuhnya ekspor dan saingan terberat dari negara lain, yakni Ekuador dan India.
“Dengan sepenuhnya mengandalkan pendapatan dari ekspor, maka wajar kalau PMMP sangat tergantung kepada harga udang dunia. Dan, bersaing secara global dengan perusahaan-perusahaan besar dari negara lain,” tegasnya.
Celakanya pada kurun 2023-2025, produksi udang dari negara pesaing (Ekuador dan India), meningkat tajam. Berdampak kepada pasokan udang dunia menjadi melimpah, akibatnya harga udang dunia menjadi turun.
Di sisi lain, permintaan udang dari negara-negara yang permintaannya besar, seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang belum pulih pasca periode inflasi tinggi.
“Tentu revenue yang diterima PMMP menurun drastis. Sementara biaya produksi tetap. Otomatis laba menurun drastis juga. Ini menjadi pukulan telak dan bertubi-tubi bagi PMMP. Kombinasi antara pasokan udang melimpah dan permintaan rendah, serta utang besar yang jatuh tempo,” pungkasnya.
Utang Jumbo PMMP
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (5/7/2026), terungkap babak belurnya keuangan PMMP. Karena utangnya menumpuk di mana-mana.
Misalnya di Bank Permata, outstanding utang PMMP nyaris Rp1 triliun. Tepatnya US$53,12 juta atau sekitar Rp929,6 miliar (kurs Rp17.500/US$). Itu belum termasuk fasilitas tambahan Rp5,49 miliar.
Di BCA yang dikenal sebagai bank beraset jumbo itu, utang PMMP tembus US$40,29 juta. Atau setara Rp705 miliar.
Sedangkan utang ke Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI), mencapai US$30,71 juta, atau sekitar Rp537,4 miliar.
Masih ada lagi utang PMMP ke PT Bank SMBC Indonesia Tbk sebesar US$22,80 juta, setara Rp400 miliar. Utang ke PT Bank Maspion Indonesia Tbk dan PT Bank Resona Perdania, masing-masing sebesar US$7,21 juta dan US$5,99 juta.
Saat ini, PMMP sedang mengajukan restrukturisasi atas gunungan utang tersebut. Kalau ditotal, angkanya lebih dari Rp2 triliun. “Saldo tersebut di luar utang bunga,” tulis Manajemen PMMP, dikutip Minggu (5/7/2026).
Akibat utang super jumbo itu, operasional PMMP langsung megap-megap. Saat ini, hanya satu pabrik yang beroperasi, yakni di Situbondo, Jawa Timur (Jatim).
Karena tutup, perseroan harus melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK. Bahkan, sebagian pekerja PMMP memilih mundur. Termasuk Patrick Djuanda yang resign sebagai Direktur Pemasaran PMMP.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













