Prasasti Center Dorong Sudaryono Benahi Tata Kelola MBG: Koreksi Kebijakan Masa Lalu

Diana Medium.jpeg

Kamis, 23 Juli 2026 – 19:23 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat menyampaikan keterangan persnya usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat menyampaikan keterangan persnya usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Direktur Program dan Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah menanggapi positif ihwal pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia menyebut, pergantian ini, mesti menjadi momentum evaluasi terhadap operasional pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ya, karena terbukti bahwa pelaksanaan dari MBG, selama ini, jauh dari tata kelola yang baik. Dan, itu menjadi sorotan, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Dan, itu termasuk yang membuat penilaian dari luar. Khususnya dari investor itu menjadi negatif, berpengaruh terhadap perekonomian kita cukup besar,” ungkap Piter kepada inilah.com, di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Dia berharap, era kepemimpinan Sudaryono akan ada koreksi terhadap pelaksanaan MBG, agar sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. “Kalau itu bisa dilakukan, saya kira perubahan struktur dari kepemimpinan BGN ini menjadi sesuatu yang positif yang sesuai dengan harapan ya,” kata dia.

Terkait pemangkasan anggaran MBG yang untuk sementara ini berkurang, dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun, menurut Piter, tidak akan begitu berarti. Jika tata kelola MBG tidak transparan kepada publik dan tepat sasaran.

“Karena transparansi itu yang akan membangun trust ya. Tanpa adanya transparansi, trust enggak mungkin terbangun, enggak mungkin ada. Dari evaluasi itu kemudian ada perbaikan, koreksi. Dan koreksi itulah yang kemudian kita lihat angkanya, apakah dia akan turun dari anggaran yang digunakan,” tuturnya.

Bila program MBG tepat sasaran, kata Piter, maka dapat terjadi efisiensi. “Kalau itu yang bisa ditunjukkan kita ya mungkin bisa terima, mau turunnya apakah cuma Rp50 triliun, turun Rp100 triliun kita akan terima. Tapi yang kita harapkan itu adalah kejelasan perubahan perbaikan tata kelola itu,” tegasnya.

Sudaryono Gantikan Sudarwati Pimpin BGN

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sudaryono menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Nanik Sudarwati Deyang yang mengundurkan diri.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang setelah dilantik Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Pada Rabu (22/7), Mas Dar, sapaan Sudaryono dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Presiden, Jakarta. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, Sudaryono dipilih karena mengikuti program MBG sejak masih berbentuk konsep, hingga dilahirkan.

Sejak awal, Sudaryono juga mengikuti, berdiskusi, menggagas dan mengonsep pelaksanaan teknis MBG, hingga terpilih menjadi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).

“Badan Gizi Nasional yang kegiatannya memberikan MBG, Makan Bergizi Gratis tidak pernah lepas dari tugas beliau di Kementerian Pertanian. Bagaimanapun juga, sumber-sumber bahan baku, sumber-sumber bahan pangan MBG itu disupport dan ditopang ekosistem dari Kementan,” kata Mensesneg Prasetyo.

Mengaku Tangannya Dingin

Ada yang menarik, tak lama setelah Sudaryono dikabarkan mendapat tugas baru sebagai Kepala BGN. Karena, amanat baru ini memiliki tanggung jawab yang begitu besar.

“Tangan saya langsung dingin. Ini antara senang dalam arti dapat tanggung jawab baru, tapi juga tanggung jawabnya sangat besar. Doakan saya amanah dan berhasil mengemban tugas,” kata Mas Dar.

Sudaryono tiba di kantor Badan Gizi Nasional (BGN) usai dilantik menjadi Kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Rabu (22/7/2026). (Foto: Inilah.com/Mochammad Zhacky).

Dia mengaku mendapat telepon dari Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya agar hadir dalam pelantikan sebagai Kepala BGN di Istana, Jakarta, Rabu sore (22/7).

“Yang telepon Pak Teddy, agar Rabu sore hadir dalam pelantikan. Dan Pak Mensesneg sudah keterangan pers bahwa saya ditunjuk Presiden, menggantikan Bu Nanik yang mundur karena kesehatan,” ujar Sudaryono.

Politikus Partai Gerindra ini, menyebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG), merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang sudah dibahas jauh sebelum kampanye.

Selanjutnya, program tersebut dijadikan sebagai materi kampanye yang akhirnya dijalankan saat Prabowo terpilih menjadi presiden.

“Ibaratnya, kalau ditanya ke saya, ya tahu persis-lah, karena kita berkampanye salah satunya bahas Makan Bergizi Gratis,” ucap Sudaryono.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang