Ketidakpastian geopolitik yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah belum mengubah rencana penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026. Kepala Operasional turnamen tersebut, Heimo Schirgi, menegaskan bahwa kompetisi sepak bola terbesar di dunia itu kemungkinan besar tetap digelar sesuai jadwal.
Dalam pernyataannya kepada AP News, Schirgi menyampaikan bahwa panitia terus memantau perkembangan situasi global secara harian. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memang memicu perhatian internasional, namun hingga kini belum ada alasan yang cukup kuat untuk menunda turnamen.
Menurut Schirgi, skala dan kompleksitas Piala Dunia membuat penyelenggara berupaya menjaga agar kompetisi tetap berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan bahwa penyelenggara berharap seluruh negara yang telah lolos kualifikasi dapat berpartisipasi tanpa hambatan.
Pihak panitia juga disebut terus berkoordinasi dengan berbagai mitra federal dan lembaga internasional guna mengevaluasi situasi keamanan global. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa turnamen berlangsung aman bagi tim peserta, ofisial, serta para pendukung yang akan datang dari berbagai negara.

Schirgi mengungkapkan bahwa FIFA masih menjalin komunikasi intensif dengan Federasi Sepak Bola Iran terkait perkembangan terbaru di negara tersebut. Namun ia tidak merinci isi pembicaraan yang berlangsung. Situasi di Iran menjadi perhatian khusus karena meningkatnya ketegangan politik di kawasan.
“Jika saya memiliki bola kristal, saya bisa memberi tahu sekarang apa yang akan terjadi. Namun situasinya jelas terus berkembang,” ujar Schirgi. Pernyataan itu menunjukkan bahwa FIFA masih membuka berbagai kemungkinan sambil menunggu perkembangan geopolitik dalam beberapa bulan ke depan.
Meski demikian, ia menilai bahwa Piala Dunia justru dapat menjadi momentum yang mempertemukan berbagai bangsa di tengah ketegangan global. Turnamen ini selama puluhan tahun dikenal sebagai ajang yang mempertemukan berbagai budaya, identitas nasional, dan komunitas penggemar sepak bola dari seluruh dunia.
Schirgi mencontohkan bagaimana edisi-edisi sebelumnya mampu menarik perhatian global. Ia menyebut penyelenggaraan turnamen di Qatar dan Rusia menunjukkan daya tarik internasional yang sangat besar.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang. Turnamen ini akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara dari enam konfederasi. Format baru tersebut membuat jumlah pertandingan meningkat menjadi 104 laga.
Selain itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah, turnamen ini akan digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Kombinasi tiga tuan rumah tersebut diharapkan menghadirkan salah satu penyelenggaraan Piala Dunia terbesar dalam sejarah sepak bola.













