Perluas Lahan Tebu Jadi 100 Ribu Hektare, Mentan Amran Canangkan Produksi Gula Tembus 3 Juta Ton

Iwan Medium.jpeg

Sabtu, 27 Desember 2025 – 21:21 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto: ANTARA/Harianto).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto: ANTARA/Harianto).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Tak sedang bercanda, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan produksi gula nasional bisa mencapai 3 juta ton pada 2026. Langkah penting menuju swasembada gula, menekan impor, meningkatkan produktivitas tebu dan memperkuat kemandirian pangan nasional.

“Saat ini, produksi (gula) sekitar 2,68 juta ton. Ditargetkan naik menjadi 3 juta ton pada tahun depan. Dengan demikian, kebutuhan gula putih nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri,” kata Mentan Amran di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).

Untuk mewujudkan hal itu, lanjut Mentan Amran, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan perluasan serta optimalisasi lahan tebu, hingga 100 ribu hektare sebagai langkah strategis memperkuat produksi gula nasional.

“Pemerintah menargetkan perluasan dan optimalisasi lahan tebu hingga 100 ribu hektare secara nasional, dengan sekitar 70 ribu hektare atau 70 persen berada di Jawa Timur,” ujarnya.

Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, serta dukungan aparat penegak hukum guna memastikan percepatan realisasi di lapangan.

Dia menargetkan Indonesia dapat menghentikan impor gula putih (white sugar) mulai tahun depan. Target tersebut akan dicapai melalui akselerasi pengembangan tebu secara masif, dengan Jawa Timur sebagai wilayah kunci penopang produksi gula nasional.

“Kalau Jawa Timur berhasil, nasional insya Allah tahun depan kita tidak akan impor gula putih. Karena lebih dari 50 persen kebun tebu nasional ada di Jawa Timur,” tegasnya.

Mentan Amran juga mengatakan pihaknya telah melakukan rapat Koordinasi Percepatan Hilirisasi Perkebunan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, BUMN perkebunan, dan jajaran terkait di Surabaya.

“Ini akan kita kerjakan bertahap mulai sekarang hingga Januari-Maret tahun depan,” beber Mentan Amran yang berjuluk Mister Clean itu.

Selain perluasan lahan, Kementan menyiapkan dukungan sarana dan prasarana produksi. Khusus wilayah Jawa Timur, pemerintah akan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk minimal 100 unit traktor, yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah guna mempercepat peningkatan produktivitas tebu di tingkat petani.

Dia menegaskan apabila target pengembangan tebu tersebut tercapai, produksi gula nasional diproyeksikan meningkat signifikan.

“Kalau ini terwujud, kita tidak hanya berhenti impor gula putih, tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu,” kata Mentan Aman.