Terapi HIPEC Disebut Mampu Tekan Risiko Kekambuhan Kanker Ovarium

Reyhaanah Medium.jpeg

Senin, 25 Mei 2026 – 16:37 WIB

(Dokumentasi: Ilustrasi/ Istockphoto)

(Dokumentasi: Ilustrasi/ Istockphoto)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Dokter bedah umum dan onkologi bedah Prof Melissa Teo Ching Ching menjelaskan penggunaan prosedur Heated Intraperitoneal Chemotherapy (HIPEC), menjadi salah satu terapi agresif yang dinilai efektif untuk menangani kanker ovarium stadium lanjut.

Menurut Melissa, kanker ovarium kerap baru terdeteksi saat sudah menyebar luas di rongga perut, sehingga penanganannya membutuhkan kombinasi operasi dan kemoterapi khusus.

“Kanker ovarium sering kali muncul pada stadium yang sangat lanjut dan banyak penyakit di dalam perut, dan bukan hanya dari ovarium, tetapi di seluruh bagian dalam perut,” kata Melissa dalam sesi media interview The 6th Siloam Oncology Summit 2026, Shangri-La Hotel, Jakarta, dikutip Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, prosedur HIPEC dilakukan setelah operasi sitoreduktif, yakni tindakan pengangkatan seluruh tumor yang terlihat di rongga perut.

“Operasi sitoreduktif dan HIPEC adalah untuk memotong dan mengangkat semua tumor sampai Anda tidak bisa melihat tumor lagi,” ujarnya.

Setelah tumor diangkat, dokter kemudian mencuci rongga perut pasien menggunakan kemoterapi intraperitoneal yang dipanaskan untuk membantu membunuh sel kanker yang tersisa.

Melissa mengatakan, metode tersebut terbukti mampu memperpanjang overall survival atau harapan hidup pasien, sekaligus memperpanjang progression-free survival sehingga pasien memiliki waktu lebih lama tanpa kekambuhan kanker.

“Pasien dapat memiliki waktu lebih lama tanpa kekambuhan,” ucap Melissa.

Ia menambahkan, penggunaan HIPEC kini telah direkomendasikan oleh berbagai asosiasi kanker dan onkologi ginekologi internasional sebagai bagian dari penanganan kanker ovarium pada kondisi tertentu.

Meski demikian, Melissa menekankan prosedur tersebut memerlukan fasilitas dan keahlian khusus agar dapat dilakukan dengan tingkat komplikasi yang rendah.

Menurut Melissa, HIPEC sangat bermanfaat untuk pasien kanker ovarium stadium lanjut yang sebelumnya telah menjalani kemoterapi neoadjuvan sebelum operasi dilakukan.

“Untuk pasien kanker ovarium sensitif platinum ketika mereka mengalami kekambuhan, operasi sitoreduktif dan HIPEC, menurut saya, adalah standar perawatan,” jelas Melissa.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang