Mega bintang sepak bola Cristiano Ronaldo menyelamatkan jet pribadinya ke Madrid Spanyol, di tengah ancaman rudal Iran di semenanjung Timur Tengah.
Ronaldo yang kini bermain di Al Nassr, mendapat kabar bahwa dua jet Iran tengah membidik Kedutaan Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi.
Jet seharga 61 juta poundsterling atau setara Rp1,3 Triliun itu harus melewati penerbangan selama tujuh jam lamanya demi keselamatan aset sang mega bintang.
“Jet pribadi Cristiano Ronaldo seharga 61 juta Poundsterling meninggalkan Arab Saudi pada pertengahan malam setelah terdapat bom yang menargetkan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh,” tulis The Sun, Selasa (3/3/2026).
Dalam data pantauan pesawat, jet pribadi Ronaldo yang dikelola Global Jet Luxembourg itu telah mendarat di Madrid dalam kurun waktu sekitar tujuh jam perjalanan dari Riyadh.
Pesawat ini berangkat dari Riyadh pukul 8 malam dan tiba di Madrid sekitar pukul 1 pagi waktu setempat.
Kapten tim nasional Portugal itu membeli jet pribadi berwarna hitam ini pada 2024 setelah menjual jet pribadinya bertipe Gulfstream G200.
Jet pribadi ini mempunyai kapasitas sekitar 15 penumpang, yang biasanya diperuntukkan Ronaldo untuk membawa keluarganya termasuk pasangannya, Georgina Rodriguez.
Konflik antara Amerika Serikat-Iran kian memanas dan berimbas pada penutupan sejumlah bandara di negara-negara Timur Tengah.
Serangan AS-Israel Belum Berhenti
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan serangan terhadap Iran akan terus dilakukan sepanjang pekan ini atau selama diperlukan. Ia beralasan langkah itu dilakukan untuk mencapai perdamaian di kawasan Timur Tengah dan dunia.
“Namun, pemboman berat dan tepat sasaran akan terus berlanjut tanpa henti sepanjang minggu ini atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita yaitu Perdamaian di seluurh Timur Tengah dan, bahkan, di Seluruh Dunia!” tulis Trump dalam media sosial Truth Social, dikutip Minggu (1/3/2026).
Selain itu, Trump juga menyinggung Iran telah hancur dalam waktu singkat. Kehancuran tersebut disebabkan serangan rudal yang dilakukan pihaknya dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.
Bahkan akibat serangan yang diluncurkan tersebut, Trump mengeklaim pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas.
“Proses itu akan segera dimulai karena, bukan hanya kematian Khamenei, tetapi negara ini, hanya dalam satu hari, telah hancur dan bahkan luluh lantak,” ujarnya













