Suporter Away Boleh Datang! Tanggung Jawab Ada di Klub

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Rabu, 26 Agustus 2026 – 20:41 WIB

Konferensi pers PT Liga Indonesia Baru tentang aturan Super League (Foto:inilahcom/harris)

Konferensi pers PT Liga Indonesia Baru tentang aturan Super League (Foto:inilahcom/harris)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (I.League), Ferry Paulus kembali menegaskan kehadiran suporter away mulai bisa dilaksanakan pada kompetisi Super League dan Championship musim 2026/2027. Namun, kebijakan tersebut tetap disertai sejumlah catatan.

Salah satu poin utama dalam penerapan kebijakan tersebut ialah pelimpahan tanggung jawab kepada masing-masing klub. Kehadiran suporter tim tamu nantinya berada di bawah pengendalian klub peserta.

“Dan ada kesepakatan ya di dalam RUPS ini yang juga kita stated kepada pemegang saham, kepada owner’s club, bahwa suporter away sudah diizinkan dengan catatan,” kata Ferry usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LIB di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

“Ya. Kemudian yang paling signifikan bahwa suporter away catatan tadi itu adalah tanggung jawab sepenuhnya ada di suporter di bawah pengendali daripada klub itu sendiri,” ujarnya lagi.

Menurut Ferry, pengembalian tanggung jawab suporter away kepada klub peserta bukan hal yang asing dalam sepak bola. Ketentuan serupa juga lazim diterapkan di berbagai negara dan kompetisi lain di bawah naungan federasi sepak bola dunia.

“Ya, sesuai dengan statuta yang sudah diratifikasi bahwa setiap permasalahan itu harus kembali kepada klub, dan ini merupakan statuta dan ratifikasi yang juga lazim ada di negara-negara atau di klub-klub di l negara-negara di federasi dunia pada umumnya,” bebernya.

“Sehingga mungkin ini kali pertama kami betul-betul bebas atau artinya akan hadir suporter tamu dengan beberapa regulasi yang sudah kita tetapkan,”kata dia menambahkan.

Meski pintu kehadiran suporter tim tamu mulai dibuka, Ferry menegaskan kebijakan tersebut tidak diterapkan secara bebas tanpa mempertimbangkan sejumlah faktor. Laga dengan tingkat rivalitas tinggi tetap menjadi perhatian khusus.

Ferry mencontohkan pertandingan seperti Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang berpotensi tidak dapat dihadiri suporter tim tamu. Selain regulasi I.League, pertimbangan keamanan dari kepolisian juga akan menjadi faktor penting.

“Suporter away, ya. Nah, suporter away catatannya adalah di dalam regulasi dan direktif yang disampaikan oleh FIFA sendiri bahwa diizinkan, ya, tetapi catatannya adalah diperhatikan klub-klub yang masih memiliki permasalahan kalau menurut FIFA,” ujarnya.

“Sehingga kami menganalogikan yang masih punya rivalitas tinggi, bukan hanya kami membuat regulasi, saya punya keyakinan seyakin-yakinnya pihak kepolisian juga akan melarang,” kata dia menambahkan.

Sementara itu, pelimpahan tanggung jawab kepada klub bukan berarti I.League sepenuhnya lepas tangan. Operator kompetisi tetap akan melakukan evaluasi dari pertandingan ke pertandingan serta memberikan pendampingan dan asistensi apabila diperlukan.

“Nah, tentunya secara apa namanya, day by day, pertandingan per pertandingan kita pasti akan melakukan evaluasi. Tetapi evaluasi itu lebih kepada reinforcement atau katakanlah penyegaran, pendampingan, dan asistensi saja. Karena sejatinya hukuman itu bukan ada di kami, hukuman itu adanya di Komdis atau di badan yudisial lainnya,” pungkasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang