Sinyal Haji Isam Serius Ingin Akuisisi BYAN: JARR Agendakan RUPSLB Bulan Depan

Ini masih terkait rencana pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad yang akrab disapa Haji Isam siap-siap memborong (akuisisi) 62,2 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), milik raja batu bara Dato’ Low Tuck Kwong.

Jika tak ada aral, Haji Isam selaku pemilik PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)  bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, tanggal 21 September 2026.

Hanya saja, tak dijelaskan apa agenda RUPSLB yang diselenggarakan JARR pada bulan depan itu. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka dan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, pemanggilan dan mata acara rapat, akan diumumkan pada hari Jumat, tanggal 28 Agustus 2026, melalui situs web penyedia e-RUPS, situs web Bursa Efek Indonesia dan situs web Perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (17/8/2026), yang berhak menghadiri atau diwakili dalam rapat adalah pemegang saham perseroan, yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada hari Kamis, tanggal 27 Agustus 2026 sampai pukul 16:00 WIB. Atau pemilik rekening efek di Penitipan Kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan saham pada hari Kamis, tanggal 27 Agustus 2026.

Bagi pemegang saham yang berhak hadir dalam rapat yang sahamnya dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI, dapat memberikan kuasa kepada Biro Administrasi Efek Perseroan yaitu PT Adimitra Jasa Korpora, melalui fasilitas Electronic General Meeting System KSEI (eASY.KSEI) dalam tautan https://akses.ksei.co.id/ yang disediakan oleh KSEI sebagai mekanisme pemberian kuasa secara elektronik dalam proses penyelenggaraan Rapat.

Pemegang saham yang berhak mengusulkan mata acara rapat adalah 1 pemegang saham atau lebih yang mewakili 1/20 (satu per dua puluh) atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara.

Setiap usulan pemegang saham akan dimasukkan dalam mata acara rapat jika memenuhi persyaratan yakni harus sudah diterima oleh direksi perseroan melalui surat tercatat paling lambat 7 hari, sebelum tanggal pemanggilan rapat.

Haji Isam Bakal Akuisisi BYAN

Sebelumnya tersiar kabar, Haji Isam ancang-ancang untuk mengakuisisi 62 persen saham BYAN dari tangan Low Tuck Kwong. Jika itu benar terjadi, maka status raja batu bara bakal beralih ke Haji Isam.

Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam selaku pemilik Jhonlin Group, didampingi Dato’ Low Tuck Kwong selaku pemegang saham pengendali PT Bayan Resources Tbk, serta Norman Joesoef selaku pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) atau Republikorp saat melakukan peninjauan lapangan bersama di area operasional tambang perseroan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Inilah.com)

Sinyal pengambilalihan kendali saham emiten pertambangan raksasa itu, semakin benderang tatkala Haji Isam melakukan peninjauan lapangan ke area operasional tambang BYAN di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (15/8/2026).

Haji Isam hadir selaku pemilik Jhonlin Group, didampingi Low Tuck Kwong, serta Norman Joesoef selaku pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) atau Republikorp.

Usai pemantauan lapangan dilanjutkan dengan pertemuan yang turut dihadiri jajaran direksi dari masing-masing perusahaan. Bisa jadi untuk membahas teknis konsolidasi aset, serta penyelarasan strategi bisnis menjelang eksekusi transaksi.

Tambang Batu Bara BYAN Tersebar di Kaltim dan Kalsel

Lokasi tambang batu bara BYAN berada di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Tambang Tabang/Pakar milik BYAN berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). (Foto: Dok. PT Bayan Resources/BYAN).

Namun, proyek utama pertambangannya tersebar di beberapa kabupaten seperti Kutai Kartanegara dan Kutai Timur (Kaltim) serta Satui (Kalsel).

Yakni, tambang Tabang atau Pakar berada di Kabupaten Kutai Kartanegara; tambang Perkasa Inakakerta berlokasi di Kabupaten Kutai Timur; dan tambang Teguh Sinar Abadi (TSA)/Firman Ketaun Perkasa (FKP)  berada di Kaltim. Hanya satu yang berada di Kalsel yakni tambang Wahana Baratama Mining berada di Satui, Kabupaten Tanah Bumbu.