Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: Inilah.com/Vonita)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, buka suara terkait nilai tukar rupiah yang terus mengalami pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Ia memastikan pemerintah terus berkoordinasi dengan sejumlah otoritas terkait untuk memantau perkembangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Hal itu disampaikan Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke level Rp18.049 pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Rupiah ambles 82 poin atau 0,46 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.967.
Jaga Koordinasi Lintas Otoritas Keuangan
Prasetyo mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan koordinasi secara intensif untuk memantau pergerakan rupiah sekaligus menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.
“Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,” kata Prasetyo.
Imbau Masyarakat tidak Panik
Lebih lanjut, Prasetyo meminta masyarakat untuk tidak khawatir secara berlebihan terhadap kondisi pelemahan nilai tukar saat ini. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia sejauh ini masih cukup kuat, yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang tetap berada di koridor terjaga.
“Tetapi yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang terjadi saat ini.
“InsyaAllah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









