Rupiah Ditutup Menguat, Pengamat: Pertanda Pasar Dukung Destry Calon Tunggal Gubernur BI

Clara Medium.jpeg

Senin, 10 Agustus 2026 – 22:09 WIB

Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan senin (6/7/2026). (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan senin (6/7/2026). (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Nilai tukar (kurs) mata uang rupiah menunjukkan penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (10/8/2026).

Mata uang Garuda ditutup menguat 142 poin atau 0,79 persen menjadi Rp17.755 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.897 per dolar AS.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah ditopang penunjukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI), yang disambut positif pelaku pasar.

“Kalau saya lihat, calon Gubernur BI tunggal, Destry itu sudah sesuai ekspektasi pasar. Karena kita lihat bahwa biasanya saat Gubernur BI mengundurkan diri, yang diangkat adalah petahana,” kata Ibrahim di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Benar juga analisis Ibrahim. “Nah, sekarang terbukti benar. Petahana yang dicalonkan sebagai pengganti Perry Warjiyo. Artinya apa? Bahwa pasar saat ini bisa menerima terpilihnya Ibu Destry sebagai calon Gubernur BI,” imbuh Ibrahim.

Lebih lanjut, dia mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah pada saat ini, juga ditopang pertumbuhan ekonomi nasional yang masih di atas 5 persen.

Selain itu, cadangan devisa (cadev) Indonesia yang tercatat US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. Atau turun tipis dibandingkan akhir Juni 2026 yang mencapai US$145,6 miliar.

Capaian cadev itu, menurut Ibrahim, masih memadai. Menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing (valas).

“Artinya bahwa data ekonomi di dalam negeri cukup bagus. Ini yang membuat harga rupiah kembali menguat tajam,” jelas dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi menyodorkan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk diproses oleh DPR RI.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Ia menegaskan, pemerintah tidak menyertakan opsi nama lain dalam Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan ke parlemen.

Destry, yang saat ini memegang tongkat komando sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI, menjadi pilihan tunggal Istana.

“Namanya tunggal ya, satu nama yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti yang sekarang beliau menjabat sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI,” tegas Prasetyo saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang