Rombak Jajaran Direksi, Garuda Indonesia Copot Sementara Reza Aulia Hakim dari Direktur Niaga

Langkah perombakan mendadak kembali terjadi di pimpinan tertinggi maskapai penerbangan nasional. Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) resmi menetapkan pemberhentian sementara Reza Aulia Hakim dari jabatannya sebagai Direktur Niaga Perseroan.

Keputusan strategis tersebut bakal berlaku efektif mulai Jumat, 14 Agustus 2026 mendatang. Informasi penonaktifan petinggi maskapai pelat merah ini disampaikan manajemen melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (12/8/2026).

Instruksi Badan Pengaturan BUMN

Penetapan pemberhentian sementara tersebut bukan tanpa dasar. Keputusan ini merujuk langsung pada Surat Dewan Komisaris Nomor GARUDA/DEKOM/074/2026 tertanggal 11 Agustus 2026, yang didasarkan pada arahan dari regulator BUMN.

Langkah jajaran komisaris ini diambil dengan memperhatikan Surat Kepala Badan Pengaturan BUMN Nomor SR-452/BP/08/2026 tertanggal 11 Agustus 2026 terkait penyegaran dan penataan jajaran manajerial perseroan.

“Merujuk pada Surat Dewan Komisaris Nomor GARUDA/DEKOM/074/2026 tertanggal 11 Agustus 2026 dengan memperhatikan Surat Kepala Badan Pengaturan BUMN Nomor SR-452/BP/08/2026 tanggal 11 Agustus 2026, Dewan Komisaris Perseroan menetapkan pemberhentian sementara Sdr. Reza Aulia Hakim dari jabatannya sebagai Direktur Niaga Perseroan sejak tanggal 14 Agustus 2026,” ujar Vice President Corporate Secretary & TJSL Group Head Garuda Indonesia, Andreas Tumpal H Hutapea, dalam keterangan resminya, Rabu (12/8/2026).

Siapkan Plt Direktur Niaga

Menindaklanjuti keputusan penonaktifan ini, jajaran manajemen Garuda Indonesia bergerak cepat agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di sektor komersial yang vital. Tugas dan tanggung jawab Direktur Niaga untuk sementara waktu akan diambil alih oleh anggota direksi lainnya.

Manajemen memastikan pejabat interim akan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Niaga guna memimpin komando operasional bisnis dan pemasaran perusahaan hingga ditetapkannya pejabat definitif.

Jamin Operasional Penerbangan Tetap Normal

Di tengah perombakan internal di level atas, manajemen emiten bersandi saham GIAA ini mengimbau masyarakat dan para pemegang saham untuk tidak khawatir. Penonaktifan sementara ini dipastikan tidak mengganggu roda bisnis perusahaan maupun jadwal penerbangan harian.

Garuda Indonesia menegaskan bahwa pemberhentian sementara tersebut tidak berdampak langsung terhadap kegiatan operasional perseroan. Seluruh layanan penerbangan maupun aktivitas bisnis perusahaan dipastikan tetap berjalan secara normal dan profesional sebagaimana biasanya.