Ratusan BTS Mati di Aceh hingga Sumbar, Pemulihan Jaringan Terkendala Akses Jalan dan Listrik

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 30 November 2025 – 11:47 WIB

Foto udara kondisi permukiman Jorong Kayu Pasak yang rusak akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). (Foto: Antara)

Foto udara kondisi permukiman Jorong Kayu Pasak yang rusak akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Derita warga terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera kian bertambah. Tak hanya kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dan tanah longsor, ribuan warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini menghadapi ancaman isolasi akibat lumpuhnya jaringan telekomunikasi.

Putusnya akses komunikasi ini menjadi tantangan berat, tidak hanya bagi warga yang ingin mengabarkan kondisi mereka kepada kerabat, tetapi juga bagi tim penyelamat dan relawan kemanusiaan yang tengah berjibaku menyalurkan bantuan di lapangan.

Sinyal “Blackout” di Tengah Bencana

Operator seluler melaporkan gangguan masif di wilayah terdampak. VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengungkapkan bahwa kondisi terparah terjadi di Aceh.

“Di Aceh itu sekitar 60 persen BTS (Base Transceiver Station) kita terdampak. Jadi dari banjir, longsor, dan ada juga beberapa akses jembatan kita tidak bisa masuk,” ujar Fahmi di Jakarta, Jumat (28/11).

Selain Aceh, gangguan jaringan Telkomsel juga terjadi di Sumatera Utara dengan sekitar 12 persen BTS tidak berfungsi, dan Sumatera Barat sebesar 11,03 persen. 

VP Network Strategic Collaboration and Settlement Telkomsel, Nizar Fuadi, menjelaskan bahwa kendala utama pemulihan adalah pasokan listrik dan sulitnya mobilisasi genset karena akses jalan yang terputus. Baterai cadangan di menara pemancar hanya mampu bertahan sekitar 4 jam.

Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) per Kamis (27/11) mencatat setidaknya 799 site atau 23,4 persen dari total infrastruktur telekomunikasi di Aceh lumpuh. Angka ini mencakup 334 site milik Indosat, 254 site Telkomsel, dan 208 site XL.

Sementara itu, Indosat menyatakan terus melakukan perbaikan jalur transport telekomunikasi. Hingga Kamis kemarin, 71,68 persen site Indosat di Sumatera bagian utara telah kembali berfungsi untuk mengakomodasi layanan dasar seperti telepon dan SMS.

Topik
Komentar