Davide Frattesi mengungkapkan rasa bangganya bergabung dengan klub masa kecilnya, Lazio, dan menyebut pelatih Gennaro Gattuso sebagai sosok yang rela ia perjuangkan mati-matian. (Foto: Getty images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Davide Frattesi mengungkapkan rasa bangganya bergabung dengan klub masa kecilnya, Lazio, dalam presentasi resminya sebagai pemain baru. Ia menyebut pelatih Gennaro Gattuso sebagai sosok yang rela ia perjuangkan mati-matian.
Presentasi tersebut digelar bersama tiga rekrutan baru lainnya: Andrea Pinamonti, Josip Sutalo, dan Albert Gudmundsson.
Cerita Lama yang Berulang
Frattesi kembali menceritakan latar belakang keluarganya dengan Lazio — kisah yang sebelumnya juga ia sampaikan dalam wawancara perkenalan pertamanya.
“Ayah saya seorang penggemar Lazio dan biasa membawa saya ke stadion, lalu ketika saya besar saya mulai bekerja sebagai ball boy, ini sesuatu yang dimulai sejak lama,” katanya.
Ia juga memuji kecepatan proses negosiasi kepindahannya. “Negosiasi dengan Lazio berjalan cepat, di luar urusan birokrasi.”

“Sosok yang Rela Saya Perjuangkan Mati-matian”
Bagian paling menonjol dari pernyataan Frattesi datang ketika ia berbicara tentang Gattuso.
“Hubungan saya dengan Gattuso dimulai di tim nasional; dia sosok yang rela saya perjuangkan mati-matian,” kata Frattesi.
“Kemudian dinamikanya berkembang, jadi saya tidak berpikir dua kali untuk datang ke sini. Saya butuh proyek seperti ini. Saya percaya diri sejak awal, dan saya datang ke sini dengan banyak antusiasme.”
Alasan di Balik Keputusan
Frattesi juga menjelaskan pertimbangan yang mendasari keputusannya pindah ke klub ibu kota.
“Setelah tahun lalu yang membuat kepala saya pusing, seperti kata pacar saya, uang tidak sepenting itu,” ujarnya.

“Tentu saja, kami tidak mendapat gaji dua euro per jam, tetapi saya rela menukar semua yang ada di rekening bank saya untuk bisa bertemu nenek saya lagi walau hanya lima menit.”
Menanggapi Kepergian Romagnoli
Ditanya soal kepergian Alessio Romagnoli dari Lazio, Frattesi memberikan tanggapan yang penuh penghormatan.
“Bagi banyak pemain muda, dia adalah panutan, tetapi keputusan karier harus diambil, dan keputusannya bisa dipahami. Saya doakan yang terbaik untuknya,” kata Frattesi.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









