Presiden Prabowo Subianto di Wisma Danantara, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengaku heran soal celah aturan di tubuh perusahaan pelat merah. Ia mempertanyakan alasan mengapa BUMN bisa diaudit oleh negara, sementara anak hingga cucu perusahaannya seolah punya tameng hukum untuk lolos dari pemeriksaan.
Kegeraman ini disampaikan Prabowo dalam tasyakuran pertama Danantara di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026) malam. Awalnya, ia mengenang sejarah berdirinya BUMN yang murni untuk memenuhi kebutuhan dasar bangsa di awal kemerdekaan.
“Kita tidak punya industri tekstil, negara mendirikan Patal Senayan. Tidak punya industri kertas, kita butuh buku, anak-anak perlu belajar, negara mendirikan pabrik kertas. Tidak punya obat waktu merdeka, negara mendirikan perusahaan-perusahaan farma,” kata Prabowo.
Namun seiring berjalannya waktu, niat mulia itu dinilai mulai melenceng. BUMN justru melahirkan anak, cucu, hingga cicit perusahaan dalam jumlah ratusan yang disinyalir menjadi celah terjadinya penyimpangan.
Prabowo menyoroti adanya aturan janggal yang membuat birokrasi audit negara terhenti di level induk perusahaan saja.
“Dan aneh lagi ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi. Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?” tanya Prabowo.
Sebagai jawaban atas karut-marut tersebut, Prabowo menghadirkan Badan Pengelola Investasi Danantara. Lembaga ini disiapkan untuk mengonsolidasi aset negara sekaligus membereskan kerugian-kerugian yang selama ini dialami negara akibat tata kelola yang bocor.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











