Kronologi Maarten Paes Di-Cut Saat Pidato Bhinneka Tunggal Ika di PSSI Awards 2026

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 29 Maret 2026 – 06:19 WIB

Penjaga gawang Timnas Sepak Bola Indonesia Maarten Paes berpose membawa piala usai meraih penghargaan kategori penjaga gawang terbaik dalam PSSI Awards 2026 di Jakarta, Sabtu (28/3/2026). (Foto: Antara)

Penjaga gawang Timnas Sepak Bola Indonesia Maarten Paes berpose membawa piala usai meraih penghargaan kategori penjaga gawang terbaik dalam PSSI Awards 2026 di Jakarta, Sabtu (28/3/2026). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gelaran perdana PSSI Awards 2026 yang berlangsung pada Sabtu (28/3/2026) malam tampaknya terus menyisakan catatan kelam. Setelah dikritik habis-habisan karena digelar di tengah agenda krusial FIFA Series dan ketiadaan kategori Pelatih Terbaik, kini panitia penyelenggara kembali menjadi bulan-bulanan netizen akibat insiden tidak etis di atas panggung.

Korbannya kali ini adalah penjaga gawang andalan Timnas Indonesia, Maarten Paes.

Kiper asal klub Ajax Amsterdam tersebut sukses menyabet penghargaan Kelme Men’s Goalkeeper (Penjaga Gawang Putra Terbaik). Namun, momen apresiasi yang seharusnya membanggakan itu justru berubah menjadi insiden yang canggung dan memalukan.

Kronologi Kejadian

Akun media sosial pemerhati sepak bola, The Wall Pass Journal (@wallpassjournal), membongkar kronologi kejadian yang membuat publik geram. Melalui utas (thread) yang diunggahnya, akun tersebut menjelaskan detail momen saat Paes diusir secara halus dari atas panggung.

Awalnya, setelah menerima trofi, Paes berdiri di podium dan menyampaikan pidato kemenangan. Ia mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang mendukung kariernya.

Lebih dari itu, Paes bahkan menyelipkan pesan yang sangat mendalam tentang nilai kebangsaan. Ia berbicara tentang semangat “Bhinneka Tunggal Ika”, menyoroti betapa indahnya keberagaman budaya dan bahasa yang dimiliki oleh Indonesia.

Sayangnya, di tengah pidato yang penuh makna tersebut, panitia tiba-pertama memotongnya.

“Musik tiba-tiba mulai diputar dan lampu panggung menyala terang. Maarten terdiam, tampak jelas kebingungan, sementara MC (pembawa acara) hanya diam saja. Pada akhirnya, ia harus kembali ke tempat duduknya tanpa bisa menyelesaikan pidatonya,” tulis @wallpassjournal dalam laporannya.

“Shame on the Organizers”

Tindakan penyelenggara yang memotong paksa speech seorang pemenang, terlebih saat sedang membicarakan persatuan bangsa, dinilai sangat tidak profesional. Kejadian ini semakin menguatkan stigma publik bahwa acara penghargaan tersebut memang dikejar durasi demi porsi hiburan musik (dangdutan), seperti yang ramai dikritik sebelumnya.

“Maarten Paes menerima penghargaan Kelme Men’s Goalkeeper. Namun sayangnya, ia dipotong saat masih memberikan pidato di atas panggung. Memalukan sekali penyelenggaranya (Shame on the organizers),” kecam akun tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara (Emtek) maupun PSSI terkait insiden pemotongan pidato yang dialami oleh kiper berusia 27 tahun tersebut.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang