Indosat bersama Nokia dan NVIDIA, hari ini meresmikan AI-RAN Research Center di Surabaya. AI-RAN Research Center merupakan sebuah pusat pengembangan jaringan Radio Access Network (RAN) berbasis kecerdasan artifisial (AI). Langkah ini merupakan fase pertama dari kemitraan strategis yang diumumkan pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2025 di Barcelona. (Foto: IOH)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), bersama Nokia dan Nvidia, resmi meluncurkan AI-RAN Research Center di Surabaya, Jumat (25/10). Pusat riset ini menjadi fasilitas pertama di Asia yang fokus mengembangkan teknologi Radio Access Network (RAN) berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Langkah strategis ini merupakan fase pertama dari kemitraan global yang diumumkan pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2025 di Barcelona. Kolaborasi ini menggabungkan teknologi jaringan RAN milik Nokia, platform komputasi akselerasi Nvidia, serta infrastruktur jaringan komersial Indosat untuk menghadirkan integrasi AI dalam sistem telekomunikasi nasional.
Dengan tema “AI oleh orang Indonesia, untuk Indonesia”, AI-RAN Research Center memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor pengembangan jaringan berbasis AI di Asia, sekaligus mendukung misi pemerintah menuju kedaulatan digital dan visi Indonesia Emas 2045.
Konektivitas dan Komputasi Menyatu
AI-RAN Research Center menjadi bagian dari ekosistem Sovereign AI Factory milik Indosat yang didukung Nvidia. Kedua fasilitas ini akan berfungsi sebagai platform komputasi terdistribusi untuk mendekatkan kemampuan AI ke pengguna akhir.
Fasilitas ini memungkinkan pengembangan software-defined RAN berkinerja tinggi dan mendukung beban kerja AI melalui Nvidia Aerial RAN Computer 1 (ARC-1), serta mempersiapkan tahap menuju implementasi komersial AI-RAN dengan Nvidia ARC-Pro dan perangkat lunak Nokia CUDA-accelerated anyRAN.
Integrasi ini diharapkan melahirkan jaringan telekomunikasi yang lebih adaptif, efisien energi, dan cerdas, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari teknologi jaringan nirkabel berbasis AI.
Dari Riset hingga Dampak Nyata
Melalui inisiatif ini, Indosat, Nokia, dan Nvidia berkomitmen membangun “AI Grid”, sebuah jaringan nasional yang menghubungkan AI Factory Indosat dengan hub AI-RAN di berbagai wilayah. Sistem ini memungkinkan aplikasi berbasis AI dijalankan di mana pun, dari pusat data hingga jaringan 5G, sehingga teknologi AI dapat diakses lebih dekat oleh masyarakat.
“Peresmian AI-RAN Research Center ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia,” ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. “Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan mitra global menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi AI,” katanya.
Sementara itu, Vikram Sinha, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan inisiatif ini merupakan wujud komitmen Indosat untuk menghadirkan AI yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Ketika konektivitas berpadu dengan komputasi, lahirlah kecerdasan di jaringan dengan tetap menjaga kedaulatan data. Ini bukan sekadar infrastruktur, tapi solusi yang bisa menghadirkan tutor AI untuk anak di pelosok atau pertanian presisi berbasis drone,” ujarnya.
Investasi Talenta Digital Nasional
AI-RAN Research Center juga menjadi investasi strategis untuk mencetak spesialis AI dan telekomunikasi lokal. Pusat ini akan menjadi wadah pembelajaran praktis, riset kolaboratif, dan pendampingan bagi talenta digital Indonesia, mempercepat transfer pengetahuan dari mitra global ke sumber daya manusia nasional.
“AI Grid adalah peluang terbesar bagi penyedia layanan telekomunikasi untuk menghadirkan kecerdasan di seluruh jaringan,” ujar Ronnie Vasishta, Senior Vice President of Telecom Nvidia.
Sementara Pallavi Mahajan, Chief Technology and AI Officer Nokia, menyebut inisiatif ini sebagai “tonggak menuju masa depan jaringan AI-native yang benar-benar cerdas dan efisien.”
Dengan hadirnya AI-RAN Research Center, Indonesia resmi memasuki era baru integrasi AI dalam telekomunikasi, menandai pergeseran dari sekadar pengguna teknologi menjadi produsen inovasi digital yang berdaya saing global.














