Jangan Percaya Freeport Operasikan Smelter Bulan September, Pakar UGM: Baca Rekam Jejaknya

Iwan Medium.jpeg

Sabtu, 25 Juli 2026 – 04:09 WIB

PT. Freeport Indonesia (Photo: PT Freeport Indonesia)

PT. Freeport Indonesia (Photo: PT Freeport Indonesia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Terkait operasional pemurnian dan pengolahan mineral mentah (ore) atau smelter, PT Freeport Indonesia (Freeport/PTFI) terkesan tidak serius sejak dulu. Kini mereka berjanji akan mengoperasikan smelternya di Gresik, Jawa Timur (Jatim), pada September depan. 

Tegas saja, pakar ekonomi energi asal Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi menyatakan tidak percaya. “Saya tidak yakin. Sekarang, Freeport sudah punya smelter di Gresik, tapi enggak jalan-jalan. Pertama, alasan kebakaran pada Oktober 2024. Kemudian mangkrak lagi, alasannya longsor Grasberg. Memang kelihatannya enggak serius,” tandasnya kepada Inilah.com, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Sejak masa SBY, kata dia, Freeport selalu mangkir dari kewajiban membangun smelter. Padahal, UU Mineral dan Batu Bara (Minerba) mewajibkannya. Dalam rangka mengembangkan hilirisasi minerba yang memberikan nilai tambah.

“Sejak masa SBY, Freeport selalu menolak untuk mengolah produknya di dalam negeri. Maunya selalu ekspor konsentrat. Salah satu alasan Freeport karena tak memiliki smelter,” tandasnya.

Setelah dipaksa, lanjut Fahmy, akhirnya Freeport membangun smelter di Gresik, pada 2021. Proses pembangunannya berlangsung bertahun-tahun. Pada 23 September 2024, smelter Freeport diresmikan Presiden Jokowi.

“Baru sebulan diresmikan, smelter terbakar sehingga tak digunakan. Namun, Freeport tetap diizinkan mengekspor konsentrat tanpa diolah di dalam negeri. Ini kan mencurigakan,” tukasnya.

Sehingga, sangat layak jika Fahmy meragukan Freeport akan mengoperasikan smelternya pada September depan.

“Berdasarkan rekam jejak, Freeport akan mencari alasan agar tetap bisa ekspor konsentrat tanpa diolah di smelter Gresik,” beber mantan anggota Tim Reformasi Tata Niaga Migas itu.

Sebelumnya, Presiden Direktur Freeport, Tony Wenas menjanjikan operasional smelter di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik pada September 2026.

Dia menceritakan, usai longsor tambang bawah tanah di Grasberg Block Caving di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 8 September 2025, smelter itu berhenti beroperasi sejak Oktober 2025.

Alasannya, pasokan konsentrat tembaga minim karena operasional tambang dihentikan karena longsor.

“Memang produksinya terhenti sekitar Oktober (2025) karena pada September tanggal 8, terjadi longsor di Grasberg Block Caving. Akibatnya pasokan konsentrat terhenti,” ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Ketika smelter berhenti total, kata Tony, Freeport melakukan pemeliharaan dan perbaikan. Selanjutnya dipastikan bisa beroperasi secara normal pada September 2026.

“Rencananya, smelter baru ini akan mulai berproduksi kembali atau mengolah, memurnikan konsentrat dari Papua itu pada bulan September tahun ini dan akan dilakukan peningkatan kapasitas sampai dengan akhir tahun,” ujarnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang