Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Desry Damayanti. (Foto: Antara).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tak sedang bercanda, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti menyebut beratnya tantangan ekonomi di masa depan. Karena gejolak global serta ketidakpastian di dalam negeri.
Meski begitu, dia mengaku masih memiliki harapan bahwa perekonomian nasional masih mampu bertahan di tengah tekanan berat itu. “Kondisi perekonomian global saat ini, diwarnai gelombang ketidakpastian yang kuat, mulai dari perubahan kebijakan ekonomi dunia hingga konflik geopolitik,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Situasi ini, kata dia, berpotensi memengaruhi arah pergerakan ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia. “Kalau kita lihat, global itu penuh gejolak dan ketidakpastian, baik dari kebijakan global maupun geopolitik. Ini tentu akan memengaruhi pergerakan ekonomi ke depan,” ujar Destry.
Ia menjelaskan, buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) yang telah diterbitkan lebih dari satu dekade lalu, bertujuan memberikan gambaran faktual mengenai kondisi sistem keuangan Indonesia. “Sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap dinamika ekonomi nasional,” imbuhnya.
Menurut Destry, publikasi tersebut tidak hanya menyajikan data faktual, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih realistis dalam melihat berbagai tantangan ekonomi yang akan dihadapi ke depan.
Di tengah gejolak global, Destry mengibaratkan, perekonomian Indonesia seperti sebuah kapal besar yang tetap melaju meski menghadapi gelombang ketidakpastian.
Ia menilai, stabilitas ekonomi nasional dapat terjaga berkat sinergi antara pemerintah, otoritas keuangan serta pelaku usaha.
“Indonesia sebagai suatu negara terus melaju di tengah ketidakpastian yang begitu besar, baik dari global maupun domestik. Dua hal ini sampai sekarang masih mengelilingi ekonomi kita,” katanya.
Koordinasi kebijakan antara kementerian, lembaga dan regulator, menurut Destry, menjadi faktor penting yang membuat Indonesia mampu melewati berbagai guncangan ekonomi.
Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang mencapai 5,11 persen, dengan pertumbuhan di kuartal IV sebesar 5,39 persen.
“Ini menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian global dan tantangan domestik, ekonomi Indonesia masih mampu bertumbuh dengan baik,” ujar Destry.
Ke depan, BI menilai, penguatan sinergi kebijakan dan koordinasi antarotoritas menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah gejolak global dan ketidakpastian domestik.













