Wamensos Agus Jabo Priyono menjenguk anak pahlawan nasional pengetik naskah Proklamasi RI, Sayuti Melik di STPL Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026). (Dok. Kemensos)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menjenguk Heru Baskoro (84), anak pahlawan nasional pengetik naskah Proklamasi RI, Sayuti Melik di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut Agus Jabo sempat berdialog dengan Heru dan istrinya, Treyzia Noviani, yang untuk sementara tinggal di STPL Bekasi lantaran keterbatasan kondisi ekonomi dan kesehatan.
Rencananya, hari ini Heru akan menjalani pemeriksaan mata di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Ia diketahui mengalami penurunan penglihatan karena masalah pada mata kanannya.
Agus Jabo pun memberikan semangat dan motivasi kepada Heru yang tengah terbaring.
“Semoga cepat sehat, Pak Heru, ya. Pokoknya kita perhatikan terus,” kata Agus Jabo saat berbincang dengan Heru.
“Siap. Terima kasih,” ucap Heru sebelum berangkat menuju RSCM menggunakan ambulans.
Agus Jabo menegaskan bahwa pemerintah akan terus membantu Heru menghadapi berbagai persoalan hidup. Mulai dari kondisi kesehatan hingga terkait dana pensiun Heru yang sebelumnya bekerja dan mendapatkan status permanent resident di Kanada.
“Jadi kita sudah koordinasi sama Kemenlu, ya sedang diproses yang urusan dengan Kanada. Terus nanti urusan kesehatannya Pak Heru, kita berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan ya. Ya, pokoknya kita pantau terus perkembangannya Pak Heru ya,” jelas Agus Jabo.
“Terima kasih,” jawab Heru.
Agus Jabo menjelaskan, Kemensos bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait pemeriksaan mata Heru. Ia menekankan, pemerintah akan terus bersinergi untuk memberikan pendampingan secara komprehensif kepada Heru dan istrinya.
“Sedang kita urus untuk proses kesehatannya dan kebutuhan-kebutuhan yang lain,” tegas Agus Jabo.
“Semoga semuanya lancar. Yang urusan dengan Kanada lancar, urusan kesehatannya Pak Heru lancar. Mudah-mudahan cepat sehat dan proses yang ada di Kanada bisa lancar dan ada kejelasan,” sambungnya.
Sebelumnya, Heru dan Treyzia dievakuasi dari rumah kontrakannya di Rawalumbu, Kota Bekasi sejak Senin (13/7) lalu ke STPL Bekasi untuk mendapat bantuan residensial, rehabilitasi medis dan psikososial. Langkah ini diambil usai Kemensos mendapatkan informasi tentang kondisi Heru yang hidup terlunta-lunta.
Hidup Heru sebelumnya tergolong cukup. Ia dan istrinya sempat tinggal di Kanada sejak 2003 hingga 2024 dengan status permanent resident. Saat itu, dia mencukupi kebutuhannya sehari-hari dengan bekerja sebagai analis senior.
Roda kehidupannya berputar sejak memutuskan kembali ke Indonesia pada 2024 lalu. Heru mengalami masalah di mata kanannya sehingga mengalami penurunan penglihatan.
Setelah berjalan enam bulan berada di Indonesia, dana pensiun milik Heru tidak dibayarkan kembali. Hal ini membuat Heru dan istri mengalami masalah finansial dan menjual asetnya untuk bertahan hidup serta biaya berobat.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









