Dompet Dhuafa Gandeng Musisi Gelar Konser Amal untuk Bantu Korban Bencana NTT

Icon_INILAH GOLD.png

Selasa, 25 Agustus 2026 – 11:26 WIB

Dompet Dhuafa bersama sejumlah musisi menggelar Sound of Humanity di Depok untuk menggalang bantuan bagi korban bencana NTT dengan target donasi Rp30 miliar. (Foto: inilah.com)

Dompet Dhuafa bersama sejumlah musisi menggelar Sound of Humanity di Depok untuk menggalang bantuan bagi korban bencana NTT dengan target donasi Rp30 miliar. (Foto: inilah.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Musik menjadi medium penggalangan kepedulian dalam aksi kemanusiaan untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana. Dompet Dhuafa TV bersama sejumlah musisi menggelar konser amal bertajuk “Sound of Humanity” di Warnoes Juanda, Depok, Jawa Barat, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dompet Dhuafa TV dengan Istiqomah Djamad atau yang dikenal dengan nama panggung Pusakata, vokalis Parade Hujan. Sejumlah musisi turut tampil dan menyumbangkan karya mereka, antara lain Pusakata dan Parade Hujan, Adrian Yunan, Enau, Chiki Fawzi, Vikri and My Magic Friend, serta Kastra.

Konser amal ini digelar untuk menggalang bantuan bagi masyarakat NTT yang terdampak bencana. Donasi dihimpun dari masyarakat yang hadir maupun publik yang ingin berkontribusi melalui kanal digital Dompet Dhuafa.

Donasi Ditargetkan Tembus Rp30 Miliar

GM Markom Dompet Dhuafa, Suci Nuzleni Qadarsih, mengatakan masyarakat dapat menyalurkan bantuan secara daring maupun langsung di lokasi kegiatan.

“Jadi kita selain offline di sini, kita juga membuka laman digital. Kita membuka kesempatan bukan cuma orang yang hadir di sini, tapi orang yang nggak tahu lewat mana bisa donasi. Baik itu QRIS, lewat website, maupun transfer,” ujar Suci.

Dompet Dhuafa menargetkan penghimpunan dana hingga Rp30 miliar. Dana tersebut tidak hanya diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan setelah bencana.

“Proses memberikan bantuan itu bukan hanya pada saat masa bencananya saja, tapi bagaimana mereka bisa bangkit setelah mereka terpuruk,” jelasnya.

Menurut Suci, pendekatan tersebut penting karena dampak bencana tidak berhenti ketika fase darurat berakhir. Warga membutuhkan dukungan untuk memulihkan kehidupan, tempat tinggal, akses kebutuhan dasar, hingga aktivitas sosial dan ekonomi.

Fokus Bantuan untuk Wilayah Flores

Dompet Dhuafa saat ini memprioritaskan bantuan untuk sejumlah wilayah di Pulau Flores yang terdampak cukup parah. Selain kerusakan bangunan, warga menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar dan gangguan akses komunikasi.

Pada masa tanggap darurat, bantuan yang dibutuhkan mencakup obat-obatan, tenda pengungsian, makanan siap saji, dan air bersih. Sejumlah sumur warga juga mengalami kekeringan sehingga kebutuhan air menjadi salah satu persoalan yang harus segera ditangani.

Untuk membantu komunikasi warga, Dompet Dhuafa turut menyediakan layanan Wi-Fi gratis di sejumlah pos. Fasilitas tersebut dibutuhkan karena konektivitas antardaerah di Flores masih mengalami kendala.

Penanganan bencana juga mencakup aspek psikologis. Masyarakat yang mengalami bencana membutuhkan Psychological First Aid (PFA) untuk membantu menghadapi trauma dan tekanan setelah peristiwa yang mereka alami.

Sound of Humanity Diharapkan Meluas

Kegiatan “Sound of Humanity” sebelumnya telah digelar di Labuan Bajo pada 20 Agustus 2026. Dompet Dhuafa berharap gerakan tersebut tidak berhenti di Depok, tetapi dapat berkembang ke berbagai daerah lain, termasuk Tangerang.

Kolaborasi antara lembaga filantropi, musisi, pelaku usaha, relawan, dan masyarakat menunjukkan bahwa penggalangan bantuan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan. Dalam kegiatan ini, panggung musik digunakan untuk memperluas pesan kemanusiaan sekaligus mengajak masyarakat ikut membantu warga NTT yang masih berada dalam proses pemulihan akibat bencana.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang