Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melangsungkan video call melalui Kepala BIN Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Brigjen Pol. Sentot Adi Darmawan, S.I.K., M.H. yang berada langsung di lokasi PLTU Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, untuk memantau proses penanganan gangguan pembangkit. (Foto: tangkapan layar Instagram @setdaprovkalsel)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Maraknya keluhan warga akibat pemadaman listrik bergilir yang melumpuhkan aktivitas rumah tangga hingga roda usaha di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir membuat Gubernur Kalsel H. Muhidin bergerak cepat.
Di tengah padatnya agenda rapat paripurna bersama Dewan Pimpinan Daerah yang tidak bisa ditinggalkan, Muhidin melakukan inspeksi mendadak secara virtual ke lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam Asam di Kabupaten Tanah Laut pada Selasa (28/7/2026).
Panggilan video call tersebut dilangsungkan melalui perantara Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Kalsel, Brigjen Pol. Sentot Adi Darmawan, yang diutus langsung ke lapangan untuk mewakili gubernur.
Dipandu Kabinda Langsung dari Depan Pembangkit
Dalam tayangan video yang diunggah akun resmi Instagram @setdaprovkalsel, Brigjen Pol. Sentot Adi Darmawan memperlihatkan secara langsung kondisi riil mesin generator PLTU Asam Asam yang sedang dibongkar. Muhidin yang saat itu mendengarkan penjelasan didampingi oleh Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK, menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan Kabinda yang turun langsung mengawal isu krusial masyarakat ini.
“Terima kasih kepada Pak Kabinda yang sudah mewakili saya turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses penanganan gangguan ini berjalan sebagaimana mestinya,” tutur Muhidin.
Sambungan telepon seluler itu kemudian dialihkan Kabinda ke General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng, Fajar Pamujianto, guna mendengarkan pemaparan teknis mengenai penyebab pemadaman darurat yang meluas tersebut.
“Salam kenal Pak Gubernur, salam hormat dari PT Asam Asam. Izin menyampaikan Bapak, ada unit kami yang mengalami gangguan dengan kapasitas daya pasok 54 MW yang terindikasi gangguan pada generator. Kami sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat,” ujar Fajar di hadapan layar ponsel.
Klarifikasi Salah Informasi dan Penyebab Asli Pemadaman
Mendengar penjelasan mendalam dari pihak PLN, Gubernur Muhidin memanfaatkan momen interaktif tersebut untuk meluruskan kekeliruan informasi yang sempat ia sampaikan kepada publik sehari sebelumnya terkait titik gangguan listrik di wilayahnya.
Dengan gaya bicaranya yang polos dan terbuka, Muhidin meminta maaf kepada masyarakat Kalimantan Selatan atas kekurangtepatan informasi awal yang ia terima.
“Kemarin aku salah penyampaian ini, jadi kepada masyarakat pun saya minta maaf. Kemarin itu bukan di Muara Teweh dan bukan PLTU, ternyata di sana itu adalah kebocoran dua unit pipa boiler milik Independent Power Producer atau IPP di Murung Raya, Kalteng. Berarti kalau di Asam Asam ini murni masalah generator satu unit yang saat ini sedang terus diperbaiki,” jelas Muhidin secara gamblang.
Fajar mengaminkan penjelasan tersebut dan menambahkan bahwa pasokan batu bara untuk seluruh pembangkit di wilayah Kalsel sebenarnya berada dalam posisi aman. Gangguan murni dipicu oleh kombinasi kerusakan generator 54 MW di PLTU Asam Asam serta bocornya dua pipa boiler pada fasilitas IPP Murung Raya yang memukul sistem interkoneksi kelistrikan se-Kalimantan.
Tanjung IPP Mulai Masuk, Target Listrik Pulih Agustus 2026
Kabar baiknya, tekanan krisis daya secara perlahan mulai terurai. Fajar melaporkan bahwa per hari ini, unit pembangkit di Tanjung IPP telah berhasil disinkronkan kembali ke dalam jaringan utama, sehingga ada pasokan daya tambahan yang masuk ke sistem penyuplai.
“Alhamdulillah hari ini kami laporkan pembangkit kita yang ada di Tanjung IPP sudah sinkron dan mendapat tambahan daya. Insya Allah per hari ini, meski pemadaman bergilir belum bisa dihindari sepenuhnya, kuota dan durasinya sudah bisa kita pangkas,” terang Fajar.
Pihak PLN menargetkan proses pemulihan tahap awal sistem kelistrikan dapat dirasakan publik pada pekan pertama Agustus 2026, sembari memburu penuntasan perbaikan generator Asam Asam yang diproyeksikan selesai penuh pada 25 Agustus.
Menutup pembicaraan virtual tersebut, Gubernur Muhidin menegaskan agar PLN tidak mengendurkan tempo kerja di lapangan demi mengembalikan kenyamanan hidup warga Kalimantan Selatan.
“Mudah-mudahan pada akhir Agustus mendatang seluruh pasokan listrik di tempat kita sudah benar-benar aman dan normal kembali,” pungkas Muhidin.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













