Kabasarnas Sebut Operasi SAR KM Nurul Salsa Dilanjutkan jika Ada Tanda-tanda Korban

Vonita Medium.jpeg

Selasa, 28 Juli 2026 – 17:15 WIB

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya Mohammad Syafii di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026). (Foto: Inilah.com/ Vonita Betalia)

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya Mohammad Syafii di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026). (Foto: Inilah.com/ Vonita Betalia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya Mohammad Syafii menyebut operasi pencarian dan pertolongan atau SAR terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, akan dilanjutkan jika ditemukan tanda-tanda korban.

Ia menyebut penghentian operasi pencarian dan pertolongan atau SAR terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan sudah menjadi keputusan bersama dengan pihak keluarga.

“Oh ya, terkait dengan operasi kapal yang ada di Makassar. Ya dengan kemampuan kita bersama potensi, beberapa korban memang statusnya dinyatakan hilang,” kata Syafii kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026).

“Dan itu pun keputusan diambil bersama karena memang sudah dinyatakan tidak efektif untuk operasi dilaksanakan,” ujarnya menambahkan.

Operasi SAR

Lebih lanjut Syafii memastikan pihaknya akan melanjutkan operasi SAR jika ada ditemukan tanda-tanda korban.

“Namun kalau ada tanda-tanda tentunya kita akan membuka operasi lagi untuk melaksanakan operasi lanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Syafii menyatakan keputusan penghentian operasi itu diambil dan diputuskan bersama pihak keluarga korban.

“Tidak, justru kemarin keputusan diambil bersama juga pihak keluarga,” jelasnya.

Penemuan Korban

Sebelumnya, Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel. Korban ditemukan sekitar pukul 18.00 Wita, Selasa (21/7/2026).

Saat ditemukan, korban mengapung dan masih menggunakan pelampung di badan. Jenazah ditemukan di perairan sebelah timur Pulau Sanana Besar, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Operasi SAR hari ketujuh Tim SAR gabungan menemukan satu korban pada pukul 18.00 Wita dalam kondisi meninggal,” jelas Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo di Posko SAR Benteng, Selayar.

Saat korban ditemukan, KN SAR Pacitan bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Kemudian diserahkan ke KN SAR Kamajaya untuk dibawa ke Kota Makassar guna menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara.

Di atas KN SAR Kamajaya lanjut Yudhi, terdapat dua jenazah. Satu jenazah berjenis kelamin perempuan yang juga diduga korban KM Nurul Salsa ditemukan pada pagi tadi, sekitar pukul 08.45 Wita.

“Hingga saat ini dua jenazah telah berada di KN SAR Kamajaya. Untuk selanjutnya dibawa menuju Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar guna menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI),” jelasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang