Kampanye Filipina di ajang Piala AFF 2026 (ASEAN Championship 2026) dimulai dengan sebuah mimpi buruk. Bermain di hadapan publik sendiri, The Azkals secara mengejutkan luluh lantak digulung Myanmar dengan skor telak 1-4 di New Clark City Stadium, Tarlac, Selasa (28/7).
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Filipina yang menargetkan lolos ke fase gugur dua edisi berturut-turut. Ironisnya, hasil minor ini menodai keangkeran markas mereka, menandai kekalahan kandang pertama Filipina sejak takluk dari raksasa Asia, Iran, pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 dua tahun silam.
Di sisi lain, hasil ini menjadi pelipur lara yang sempurna bagi Myanmar, yang sukses mengamankan tiga poin perdana usai sempat ditekuk Malaysia di laga pembuka grup.
Petaka Hujan Deras dan Lini Belakang yang Rapuh
Diguyur hujan deras sebelum kick-off, lini pertahanan Filipina tampak kesulitan beradaptasi dan belum siap menghadapi agresivitas tim tamu. Myanmar langsung menggebrak sejak peluit dibunyikan.
Baru tujuh menit laga berjalan, jala gawang tuan rumah sudah bergetar. Berawal dari skema sepak pojok, tembakan Soe Moe Kyaw sempat diblok oleh bek veteran Filipina, Daisuke Sato. Namun, Kyaw Min Oo bereaksi paling cepat untuk menyambar bola rebound lewat sundulan terarah. 1-0 Myanmar memimpin.
Situasi semakin memburuk bagi tuan rumah mendekati pertengahan babak pertama. Pada menit ke-29, umpan terobosan akurat dari Maung Maung Lwin sukses membelah pertahanan Filipina. Than Paing yang lolos dari jebakan offside dengan dingin menceploskan bola melewati kiper Quincy Kammeraad, menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Tiga menit berselang, publik Tarlac sempat bersorak saat Jarvey Gayoso dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Sayangnya, intervensi Video Assistant Referee (VAR) menganulir keputusan penalti tersebut karena menganggap tidak ada pelanggaran yang terjadi.
Sempat Bangkit, Berakhir Tragis
Memasuki babak kedua, Filipina mencoba tampil lebih keluar untuk mencari gol balasan. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68.
Menerima umpan matang dari Javier Mariona, Jarvey Gayoso sukses menuntaskannya menjadi gol. Skor berubah menjadi 1-2, menghidupkan kembali nyala api harapan bagi 3.104 suporter tuan rumah yang hadir di stadion.
Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, ambisi comeback Filipina justru dihukum oleh kelengahan mereka sendiri di 10 menit terakhir pertandingan.
Melalui serangan balik cepat, Win Naing Tun merestorasi keunggulan dua gol Myanmar pada menit ke-81. Belum sempat Filipina bernapas, Than Paing kembali menjadi mimpi buruk dengan mencetak brace (gol keduanya) hanya dua menit berselang. Skor 4-1 menutup pesta gol Asian Lions di Tarlac.
Laga “Hidup-Mati” Kontra Laos
Kekalahan menyakitkan ini memaksa Filipina untuk segera mengevaluasi diri secara menyeluruh. Anak asuh tim pelatih Filipina tak punya waktu lama untuk meratapi nasib.
Pada Sabtu mendatang, The Azkals harus terbang ke Vientiane untuk menantang tuan rumah Laos di KM16 National Stadium. Laga ini dipastikan akan menjadi partai “hidup-mati” bagi Filipina; apapun selain kemenangan akan membuat peluang mereka melangkah ke fase gugur ASEAN Championship 2026 tertutup rapat.












