KESDM Tambah Kuota Batu Bara, PLN Pastikan Tidak Ada Pemadaman

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 10 Juli 2026 – 22:07 WIB

Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri).

Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi tambahan kuota produksi batu bara untuk memenuhi kebutuhan operasional pembangkit listrik PT PLN (Persero).

“Untuk yang batu bara, (tambahannya) hanya diperuntukkan untuk yang PLN,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Tri menegaskan, pemerintah berupaya untuk menjaga stabilitas pasokan batu bara. Pemerintah tidak ingin menahan produksi batu bara yang menyebabkan permasalahan pasokan untuk pembangkit. Namun jangan pula terjadi kelebihan pasokan alias oversupply. “Untuk mengejar yang itu (kebutuhan dalam negeri), tapi jangan sampai ada oversupply. Itu aja,” ujar Tri.

Meskipun demikian, Tri mempersilakan kepada para pengusaha tambang yang ingin mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) hingga 31 Juli. “Silakan, silakan masukkan (revisi RKAB),” ucap Tri.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo memastikan, tidak ada lagi pemadaman listrik di Jawa, dan pihaknya memperkuat sistem kelistrikan agar kejadian itu tidak terjadi kembali.

Untuk jangka pendek, kata Darmawan, PLN telah menerima tambahan pasokan batu bara berkalori di atas 4.500 kcal per kg. “Adanya tambahan batu bara dengan spesifikasi 4.500 (kcal) ke atas. Juli ini ada tambahan 1,8 juta ton, kemudian Agustus sampai Desember ada tambahan sekitar 3 juta ton dari existing,” ujar Darmawan.

Selain itu, pihaknya juga akan memodifikasi (retrofit) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar bisa menggunakan batu bara dengan kalori rendah, sehingga dapat mencegah pemadaman bergilir.

Darmawan menyampaikan dengan modifikasi, memungkinkan pembangkit listrik untuk menggunakan batu bara dengan kalori yang lebih rendah. Retrofit PLTU Suralaya 6 dan 7 menjadi rujukan Darmawan ihwal keberhasilan modifikasi PLTU.

Kedua unit pembangkit tersebut kini mampu menggunakan batu bara kalori rendah, yakni sekitar 4.100–4.300 kcal per kg, lebih rendah dari spesifikasi awal yang mensyaratkan kalori 4.600–4.800 kcal per kg.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang