Pekik Balas Dendam Jutaan Warga Iran di Upacara Pemakaman Ali Khamenei

Ikhsan Medium.jpeg

Minggu, 5 Juli 2026 – 17:23 WIB

Jutaan warga Iran yang menghadiri rangkaian upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di kompleks Grand Mosalla, Teheran, pada Sabtu (4/7/2026), menyerukan pembalasan dendam terhadap AS dan Israel. (Foto: AFP)

Jutaan warga Iran yang menghadiri rangkaian upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di kompleks Grand Mosalla, Teheran, pada Sabtu (4/7/2026), menyerukan pembalasan dendam terhadap AS dan Israel. (Foto: AFP)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Suasana haru bercampur amarah menyelimuti kompleks Grand Mosalla, Teheran, Iran, pada Sabtu (4/7/2026). Jutaan warga yang menghadiri rangkaian upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kompak menyuarakan seruan pembalasan dendam secara lantang.

Seruan tersebut menggema di tengah prosesi penghormatan terakhir kepada Khamenei, yang meninggal dunia akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu. Gerbang kompleks Grand Mosalla sendiri sudah dibuka sejak pukul 06.00 waktu setempat untuk menampung gelombang pelayat yang terus mengalir tanpa putus.

Peti jenazah Ali Khamenei yang dibalut bendera kebangsaan Iran ditempatkan di atas panggung utama. Di sisinya, berjejer pula peti jenazah anggota keluarganya yang turut gugur pada hari pertama konfrontasi bersenjata tersebut. Salah satu pemandangan yang paling menyayat hati adalah keberadaan peti jenazah cucu perempuan Khamenei yang baru berusia 14 bulan.

Pekik Kematian untuk AS

Tepat di atas panggung, sebuah spanduk besar dibentangkan. Spanduk itu memuat kutipan ayat Alquran yang disepakati sebagai slogan utama upacara pemakaman, yang berbunyi: “Setiap orang harus bangkit.”

Melansir laporan The Telegraph, atmosfer pemakaman berubah riuh ketika para pelayat mulai memukul dada mereka seraya meneriakkan yel-yel perlawanan. “Balas dendam, balas dendam!” dan “Matilah Amerika!” membahana di sekeliling kompleks penampungan jemaah tersebut.

Stasiun televisi pemerintah Iran berulang kali menyorot berbagai spanduk emosional yang dibawa massa. Salah satunya bertuliskan, “Di mana balas dendam untuk pemimpin kami yang gugur syahid?” Kamera juga menangkap momen seorang perempuan yang menuliskan kata ‘balas dendam’ di telapak tangannya menggunakan tinta hitam.

Selain membawa potret Ali Khamenei dan simbol kepalan tangan, massa juga mengibarkan gambar putra sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei. Mereka meneriakkan sumpah setia, “Labbaik ya Khamenei” yang berarti “Kami siap melayanimu, wahai Khamenei”.

Lautan Manusia Padati Ibu Kota

Arus manusia dilaporkan terus memadati area Grand Mosalla hingga Sabtu malam, atau lebih dari 12 jam sejak prosesi dimulai. Berdasarkan data dari kantor berita semi-resmi Fars, kompleks raksasa tersebut sampai terisi penuh dan dievakuasi bergantian hingga lima kali dalam sehari karena pelayat masuk dan keluar secara bergelombang melalui jalur barikade yang ketat.

Pemerintah Kota Teheran mencatat pergerakan massa yang luar biasa. Hingga pukul 15.30 waktu setempat, jaringan kereta bawah tanah ibu kota diklaim telah mengangkut lebih dari 2,2 juta pelayat menuju lokasi pemakaman.

Prosesi pemakaman ini terhitung lama tertunda, di mana jenazah Khamenei harus disemayamkan selama lebih dari empat bulan. Upacara penghormatan terakhir berskala kolosal ini baru bisa terlaksana setelah Teheran dan Washington resmi menyepakati perjanjian gencatan senjata demi mengakhiri perang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang