Bawa Bayi ke Rapat Uni Eropa, Menteri Lingkungan Hidup Swedia Banjir Pujian

Sebuah pemandangan unik dan tidak biasa tersaji dalam pertemuan tingkat menteri Uni Eropa di Luksemburg pada Kamis (25/6/2026) waktu setempat. Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim Swedia, Romina Pourmokhtari, mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah menghadiri forum resmi tersebut sambil membawa bayinya yang baru berusia tiga bulan.

Langkah berani politikus muda ini dinilai sukses mendobrak tradisi dan batasan kaku yang selama ini melekat erat pada dunia kerja profesional, khususnya bagi kaum perempuan di ranah politik global. 

Otoritas pejabat Uni Eropa bahkan mengonfirmasi bahwa momen humanis ini merupakan kali pertama dalam sejarah seorang bayi ikut masuk langsung ke dalam ruang pertemuan menteri di blok tersebut.

Pesan Kuat untuk Perempuan Berkarier

Melansir laporan AFP, Minggu (28/6/2026), politikus berusia 30 tahun itu tiba di lokasi pertemuan menteri lingkungan hidup dengan menggendong erat putra kecilnya, Adam, menggunakan kain gendongan. Romina juga tampak didampingi oleh seorang asisten yang membantu mendorong stroller di belakangnya.

Saat ditemui oleh para jurnalis dengan kondisi Adam yang tengah tertidur lelap di dada sang ibu, Pourmokhtari menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya keseimbangan peran bagi seorang perempuan berkarier di dunia modern.

“Senang rasanya bisa menjadi contoh bahwa kita tidak harus memilih antara menjadi seorang menteri yang hadir untuk negara, dan menjadi seorang ibu yang selalu hadir untuk anak,” ujar Pourmokhtari hangat.

Ia juga melayangkan pujian terhadap fleksibilitas sistem sosial di kawasan Eropa yang memungkinkan dirinya menjalankan kedua tanggung jawab besar tersebut secara bersamaan tanpa harus mengorbankan salah satunya.

Banjir Dukungan Hadiah dari Sesama Menteri

Aksi Pourmokhtari ini langsung memanen simpati dan sambutan hangat dari rekan-rekan sejawatnya di Uni Eropa. Menteri dari Prancis, Monique Barbut, bahkan langsung memberikan hadiah spontan berupa baju terusan bayi (jumpsuit) untuk Adam.

Dukungan serupa juga mengalir dari Menteri Iklim Spanyol, Sara Aagesen. Melalui sebuah unggahan di media sosial yang disertai foto ibu dan anak tersebut di dalam ruang sidang, Aagesen menyambut hangat kehadiran Adam dalam pembahasan isu lingkungan hidup global.

“Inilah ilustrasi terbaik mengenai alasan mengapa kita semua berada di sini: bekerja keras hari ini demi meninggalkan planet yang lebih baik bagi mereka yang akan mewarisinya esok hari,” tulis Aagesen dalam unggahan yang viral tersebut.

Kehadiran Pourmokhtari dan bayinya ini pun memicu kembali diskusi penting di tingkat dunia mengenai tantangan berat yang dihadapi para ibu dalam menyeimbangkan pekerjaan dan pengasuhan anak. Berbagai studi global menunjukkan bahwa perempuan masih cenderung kehilangan kesempatan promosi, peluang karier, hingga pendapatan yang layak setelah mereka memutuskan memiliki anak.

Untuk mempermudah kehidupan para legislator perempuan, Parlemen Eropa baru-baru ini bahkan telah resmi mengubah aturan internal mereka. Aturan baru tersebut kini mengizinkan para ibu baru untuk tetap menggunakan hak pilih politiknya melalui perwakilan atau wali resmi.