Waskita Karya Kian Berotot di Arab Saudi, Bidik Proyek Baru di Timur Tengah

Ikhsan Medium.jpeg

Kamis, 4 Juni 2026 – 02:34 WIB

PT Waskita Karya (Persero) Tbk berkontribusi dalam perluasan area terbuka yang mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi. (Foto: Dok. Waskita Karya)

PT Waskita Karya (Persero) Tbk berkontribusi dalam perluasan area terbuka yang mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi. (Foto: Dok. Waskita Karya)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), memastikan langkahnya tidak akan mandek di dalam negeri. Perusahaan pelat merah ini menegaskan komitmennya untuk terus melakukan ekspansi dan memburu berbagai proyek infrastruktur strategis di mancanegara, dengan fokus utama di kawasan Arab Saudi.

Langkah berani ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperlebar sayap bisnis di pasar global yang kompetitif.

“Kami optimistis bisa mencapai langkah itu didorong oleh berbagai strategi, di antaranya menjalin kemitraan strategis, agar lebih mudah menangkap peluang dan mengikuti tender proyek infrastruktur di Arab Saudi, serta negara Timur Tengah lainnya,” ujar Corporate Secretary WSKT, Ermy Puspa Yunita, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Ermy memaparkan bahwa rekam jejak pembangunan sejumlah proyek di Arab Saudi selama ini telah menjadi portofolio emas. Hal tersebut sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu kontraktor kelas dunia yang disegani.

Pengalaman panjang selama 65 tahun menjadi modal utama Waskita Karya. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir saja, emiten berkode saham WSKT ini telah sukses merampungkan lebih dari 100 infrastruktur, mulai dari gedung pencakar langit, masjid, sekolah, infrastruktur konektivitas, bandara, hingga infrastruktur air, baik di skala nasional maupun internasional.

Jejak Monumental Renovasi Mataf Masjidil Haram

Bicara soal kiprah di Arab Saudi, Waskita Karya memiliki catatan sejarah yang sangat melekat dengan umat Islam dunia. Ermy mengungkapkan, salah satu proyek paling monumental yang pernah dikerjakan perseroan adalah renovasi area terbuka yang mengelilingi Ka’bah atau Mataf di Masjidil Haram pada tahun 2013 lalu.

Proyek prestisius tersebut merupakan bagian dari megaproyek perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) dengan nilai kontrak mencapai 59 juta riyal Saudi. Pengerjaan proyek ini disasarkan agar area suci tersebut mampu menampung lebih banyak orang, sehingga jemaah dapat beribadah dengan lebih tenang dan nyaman.

Dampaknya terasa nyata hingga saat ini. Memasuki musim haji tahun ini, Masjidil Haram kembali dipadati oleh jutaan umat Muslim dari seluruh penjuru dunia, di mana jemaah asal Indonesia kembali mendominasi dengan total menembus 221 ribu jemaah.

Sebelum dirombak oleh Waskita Karya, area Mataf tersebut awalnya hanya mampu menampung 48.000 jemaah. Namun, setelah sentuhan renovasi rampung, kapasitasnya melonjak drastis hingga mampu memuat lebih dari 105 ribu jemaah sekaligus.

“Bagi Waskita, memperluas Mataf Masjidil Haram bukan sekadar mengerjakan proyek, tapi wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional, apalagi Masjidil Haram merupakan tempat suci dan spiritual yang selalu menjadi tujuan masyarakat dunia,” tutur Ermy.

Rahasia Teknologi dan Deretan Proyek Megah WSKT

Keberhasilan pengerjaan di pusat spiritual dunia tersebut tidak lepas dari penerapan teknologi konstruksi yang mumpuni. Ermy menjelaskan, metode modern yang digunakan perseroan untuk menyelesaikan proyek Mataf adalah formwork slab dan cantilever beam. Teknologi ini berfungsi sebagai acuan atau cetakan sementara untuk membuat struktur beton sesuai desain yang diinginkan, sehingga hasilnya jauh lebih presisi serta mampu menghemat waktu dan biaya.

Sementara itu, pada bagian bekisting atau cetakan sementara untuk dinding baloknya, tim insinyur Waskita menggunakan panel baja, yang dikombinasikan dengan penggunaan tripleks dan peri kayu pada bagian bawahnya.

Portofolio mentereng Waskita Karya di tanah para nabi ternyata tidak berhenti di Masjidil Haram saja. Jauh sebelum itu, perseroan telah dipercaya menggarap proyek King Saud Fitness College pada tahun 2011 dengan nilai kontrak sebesar 16 juta riyal Saudi.

Waskita juga sukses merampungkan pembangunan King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di kota Riyadh pada tahun 2009 silam, dengan nilai proyek mencapai 50 juta riyal Saudi.

Tak kalah mentereng, pada medio 2010 hingga 2012, emiten konstruksi ini juga sukses membangun King Abdullah Financial District (KAFD)—sebuah kawasan finansial modern—yang menjulang setinggi 31 lantai. Menyusul setelah itu, proyek infrastruktur publik lainnya seperti Jeddah Flyover serta pembangunan King Faisal Specialist Hospital di Kota Jeddah juga berhasil diselesaikan dengan baik.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang