Indonesia Masih Jauh dari Krisis: Purbaya Batal Aktifkan BSF

Clara Medium.jpeg

Senin, 11 Mei 2026 – 19:10 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi April 2026 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/4/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi April 2026 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/4/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membatalkan rencana menghidupkan kembali skema dana stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund (BSF).

Ke depan, Purbaya akan mengandalkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Adapun alasan pembatalan tersebut karena skema BSF dirancang sebagai penyangga saat terjadi krisis. Sementara itu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini dinilai masih jauh dari situasi krisis.

“Mungkin belum kami aktifkan bond stabilization fund, tapi stabilisasi harga obligasi dulu. Beda. Kalau bond stabilization fund itu kalau krisis, baru kita panggil semuanya. Ini kan enggak krisis,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Untuk menjaga stabilitas pasar obligasi, bendahara negara itu menyebut pemerintah akan mengandalkan dana yang berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL).

“Kita manage kas saja supaya obligasi lebih stabil. Yang kita pakai bisa SAL, bisa kas. Jadi nanti unit perbendaharaan saya akan lebih aktif. Dia akan seperti treasury di sektor swasta,” katanya.

Ke depan, Purbaya menyebut pemerintah akan mengoptimalkan instrumen yang ada sebelum melibatkan institusi lain seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero/SMI) atau Indonesia Investment Authority (INA).

“Ini kan enggak krisis. Jadi kita gunakan semua instrumen yang ada untuk menjalankan itu. Jadi belum pada saat sekarang. Belum sampai mengundang yang lain-lain. Belum mengundang SMI, INA, atau yang lain. Kita belum pakai,” tuturnya.

Sebelumnya, Purbaya sempat menyatakan akan mengaktifkan kembali BSF untuk menjaga stabilitas pasar obligasi. BSF merupakan dana yang disiapkan pemerintah untuk melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi guna menekan imbal hasil (yield) yang terlalu tinggi.

“Ini punya saya sendiri, bukan framework. Bond Stabilization Fund itu punya Kementerian Keuangan. Ada katanya, ya saya hidupkan saja,” kata Purbaya di Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).

Sebelumnya, BSF telah direncanakan untuk diimplementasikan saat Kementerian Keuangan dipimpin Bambang Brodjonegoro. Namun, skema tersebut tidak pernah terealisasi dan hanya menjadi wacana.

Saat itu, Bambang menyebut BSF sebagai instrumen baru mitigasi krisis keuangan. Instrumen ini disiapkan untuk melengkapi kerangka stabilisasi obligasi (bond stabilization framework) yang hanya digunakan dalam kondisi darurat atau krisis ekonomi.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang