Lamine Yamal Kecam Keras Nyanyian Anti-Muslim di Laga Spanyol vs Mesir

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 1 April 2026 – 21:51 WIB

Pemain Tim Nasional Spanyol, Lamine Yamal. (Foto: AP)

Pemain Tim Nasional Spanyol, Lamine Yamal. (Foto: AP)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bintang muda Tim Nasional Spanyol, Lamine Yamal, mengecam keras tindakan diskriminatif berupa nyanyian anti-Muslim yang berkumandang dalam laga persahabatan antara Spanyol melawan Mesir. Laga yang berakhir imbang tanpa gol tersebut digelar di Stadion RCDE, Barcelona, pada Selasa (31/3) waktu setempat.

Insiden memalukan ini mewarnai babak pertama pertandingan. Sejumlah oknum suporter tuan rumah terdengar menyanyikan kalimat, “Jika Anda tidak melompat, Anda adalah seorang Muslim” yang ditujukan kepada skuad Mesir, negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Selain nyanyian tersebut, para oknum suporter juga menyoraki lagu kebangsaan Mesir sebelum kick-off dan kembali bersiul dengan nada mengejek ketika beberapa pemain Mesir bersujud di lapangan saat jeda turun minum.

Meski serangan verbal tersebut tidak ditujukan langsung kepadanya, Lamine Yamal—yang merupakan seorang penganut Islam yang taat—merasa sangat tersinggung dan ikut angkat bicara.

“Saya seorang Muslim, alhamdulillah,” tulis pemain sayap Barcelona berusia 18 tahun tersebut melalui akun Instagram pribadinya.

“Di dalam stadion terdapat nyanyian ‘Jika Anda tidak melompat, Anda adalah seorang Muslim.’ Saya tahu itu ditujukan kepada tim lawan dan bukan sesuatu yang personal, tetapi sebagai seorang Muslim, hal itu tetap tidak sopan dan sama sekali tidak bisa ditoleransi. Menggunakan agama sebagai cara untuk mengejek orang lain di dalam stadion adalah tindakan yang bodoh dan rasialis,” tegas pemain keturunan Maroko dan Guinea Ekuatorial tersebut.

Kepolisian Lokal dan FIFA Turun Tangan

Merespons insiden ini, Mossos—kepolisian lokal Barcelona—pada hari Rabu mengonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan penyelidikan resmi terkait dugaan “nyanyian Islamofobia dan xenofobia” di dalam stadion.

Sementara itu, sumber internal mengatakan kepada ESPN bahwa FIFA tidak akan tinggal diam. Induk organisasi sepak bola dunia tersebut akan segera menganalisis berbagai laporan dari wasit, inspektur pertandingan, dan tim keamanan stadion, serta memeriksa rekaman video. Timnas Spanyol kini terancam dijatuhi sanksi disiplin yang berat.

Menteri Olahraga Catalunya, Berni Álvarez, turut mengutuk insiden tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan tercela yang telah direncanakan”. Álvarez juga mengkritik keras Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan Federasi Sepak Bola Catalunya (FCF) selaku penyelenggara yang dinilai lambat dalam merespons kejadian di lapangan.

Pesan peringatan untuk menghentikan nyanyian bernada xenofobia baru ditampilkan di layar stadion dan diumumkan melalui pengeras suara saat turun minum dan awal babak kedua.

Di sisi lain, RCD Espanyol selaku pemilik Stadion RCDE merilis pernyataan resmi yang mengutuk keras perilaku rasialis tersebut. Kendati demikian, pihak klub menyayangkan adanya kampanye hitam yang menyudutkan seluruh basis penggemar Espanyol, mengingat laga tim nasional tersebut dihadiri oleh penonton dari berbagai wilayah dan latar belakang, bukan hanya suporter klub mereka.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang