Mimpi Buruk Gamer: Harga PS5, Xbox, dan Nintendo Switch 2 Meroket Tajam!

Kabar kurang menyenangkan kembali menghampiri para penggemar konsol PlayStation. Sony secara resmi mengumumkan kenaikan harga untuk jajaran perangkat PlayStation 5 (PS5), PS5 Pro, dan aksesori PlayStation Portal yang akan berlaku efektif mulai 2 April 2026.

Langkah ini diambil kurang dari setahun setelah Sony menaikkan harga konsol PS5 di pasar Amerika Serikat pada Agustus tahun lalu. Dalam pernyataan resminya, Sony menyebut bahwa kebijakan tak populer ini terpaksa diambil akibat “tekanan ekonomi global yang terus berlanjut”.

“Setelah evaluasi yang cermat, ini adalah langkah penting untuk memastikan kami dapat terus menghadirkan pengalaman bermain gim yang inovatif dan berkualitas tinggi bagi para pemain di seluruh dunia,” tulis perwakilan Sony dalam blog resminya.

Rincian Kenaikan Harga Berdasarkan pengumuman tersebut, seluruh lini perangkat keras PlayStation mengalami lonjakan harga yang signifikan:

PS5 Standar (Edisi Disk): Naik 100 dolar AS menjadi 650 dolar AS (sekitar Rp10,3 juta). Jika dihitung sejak sebelum kenaikan Agustus tahun lalu, harga konsol ini telah melonjak sebesar 150 dolar AS.

PS5 Digital Edition: Mengalami kenaikan serupa menjadi 600 dolar AS (sekitar Rp9,5 juta).

PS5 Pro: Konsol premium ini mendapat lonjakan harga tertinggi sebesar 150 dolar AS, dari yang sebelumnya 750 dolar AS kini menjadi 900 dolar AS (sekitar Rp14,3 juta).

PlayStation Portal: Perangkat handheld genggam ini naik 50 dolar AS menjadi 250 dolar AS (sekitar Rp3,9 juta).

Dampak bagi Pasar Indonesia 

Meski Sony belum merilis daftar Harga Eceran Resmi (SRP) terbaru khusus untuk wilayah Indonesia, kenaikan di pasar global ini dipastikan akan berimbas langsung pada harga ritel di Tanah Air.

Gamer Indonesia harus bersiap merogoh kocek jauh lebih dalam. Pasalnya, konversi harga dolar AS ke Rupiah di atas belum termasuk beban Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan bea masuk impor. Sebagai gambaran, jika PS5 Pro di luar negeri dibanderol setara Rp14,3 juta, harga resmi konsol tersebut saat masuk ke distributor lokal di Indonesia (seperti GS Shop atau PS Enterprise) diprediksi dapat menembus angka Rp16 juta hingga Rp17 juta.

Bagi perangkat pelengkap seperti PS Portal yang tidak bisa menjalankan gim secara native (hanya streaming), harga yang mendekati Rp4,5 juta – Rp5 juta (setelah pajak) di pasar lokal diproyeksikan akan membuat konsumen Indonesia berpikir dua kali sebelum membelinya.

Krisis Menyeluruh di Industri Gim Langkah yang diambil Sony hanyalah puncak gunung es dari turbulensi ekonomi yang tengah melanda industri gim secara keseluruhan. Pembuat konsol dan perangkat keras lain juga tengah berjuang menghadapi tantangan serupa:

Valve terpaksa menunda tanggal peluncuran Steam Machine terbaru mereka. Krisis pasokan RAM yang sedang berlangsung juga diyakini menjadi biang keladi kelangkaan stok Steam Deck.

Microsoft tercatat telah menaikkan harga langganan dan konsol Xbox sebanyak dua kali pada tahun lalu.

Nintendo awal pekan ini mengumumkan kebijakan baru di mana beberapa gim fisik first-party untuk konsol Switch 2 akan dibanderol lebih mahal dibandingkan versi digitalnya. Hal ini mengindikasikan semakin tingginya biaya produksi dan pengiriman barang fisik saat ini.

Bagi calon pembeli di Indonesia yang sudah merencanakan untuk meminang PS5 atau PS5 Pro, disarankan untuk segera melakukan transaksi sebelum penyesuaian harga resmi diterapkan pada awal bulan depan.