Pemerintah telah menetapkan positive list daftar barang impor di bawah US$100 yang dapat diimpor langsung melalui e-commerce. [foto: iStock]
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa akan mengkaji pajak tambahan untuk produk impor asal China yang telah mendominasi pasar online dan offline di Indonesia.
Langkah tersebut diambil setelah dirinya melakukan diskusi oleh beberapa pelaku usaha di berbagai daerah.
“Yang saya pikir adalah online sebagian besar orang Indonesia juga. Rupanya yang banyak juga yang dikuasai bukan orang Indonesia. Jadi kita pikirkan langkah yang lebih taktis nanti supaya yang offline bisa hidup,” ujar Purbaya, Jakarta seperti dikutip, Kamis (26/3/2026).
Lebih lanjut, Purbaya mengaku mendapatkan laporan bahwa eksportir asal China menerima subsidi dari pemerintahan mereka sebesar 15 persen. Hal itu yang turut membuat produk dalam negeri sulit bersaing. Dia pun menyebut akan menyelidiki laporan tersebut.
“Kalau barang dari China bersaing dengan barang dari sini secara langsung kita at cost disadvantage atau at price disadvantage. Kenapa? Saya dengar kalau orang Cina ekspor itu dapat 15 persen tunjangan dari pemerintahnya. Betul apa enggak untuk barang-barang di sini kan saya double check. Tapi di luar ada yang bilang seperti itu. Datanya ada tapi saya double check lagi,” jelasnya.
Bendahara negara itu mengatakan, jika laporan tersebut benar maka pemerintah akan mengambil langkah agar produk dalam negeri dapat bersaing. Dia pun menyebut tengah mempertimbangkan tambahan pajak bagi eksportir asal China tersebut.
“Kalau itu kasusnya maka akan kita harusnya ambil langkah yang membuat barang kita bisa lebih bersaing di pasar dalam negeri sendiri,” tutur dia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












