Menteri kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau Rumah Sakit Umum Daerah Tuan Besar Syarif Idrus (RSUD TBSI) di Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar). (Foto: Dok. WSKT).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
PT Waskita Karya (Persero) Tbk rampungkan konstruksi terintegrasi rancang dan Rumah Sakit Umum Daerah Tuan Besar Syarif Idrus (RSUD TBSI) di Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar). Proyek tersebut merupakan bagian dari kebijakan cepat tanggap pemerintah terhadap layanan kesehatan di Tanah Air.
Menteri kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin didampingi Gubernur Kalbar, Ria Norsan, Bupati Kubu Raya Sujiwo, dan Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko meninjau langsung RSUD TBSI.
Dia memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan yang telah ditingkatkan menjadi rumah sakit Tipe C melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut.
Dijelaskan, PHTC menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mempercepat peningkatan kualitas layanan publik. Khususnya di sektor kesehatan melalui penguatan RSUD di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Budi mengatakan, RSUD TBSI termasuk satu di antara 66 RSUD yang kualitasnya ditingkatkan dari Tipe D ke Tipe C dalam PHTC. Saat ini sudah dibangun sebanyak 22 rumah sakit.
Ia menambahkan, dari sisi fasilitas, RSUD TBSI sudah memiliki kelengkapan untuk menangani sejumlah penyakit katastropik. Dari mulai kanker, jantung, stroke, hingga ginjal.
“RSUD ini juga dapat memberikan layanan kesehatan ibu dan anak. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh di rujuk sampai ke Pontianak (Kalimantan Barat),” tutur dia.
Menkes pun mengapresiasi Waskita Karya yang sukses menyelesaikan proyek senilai Rp143,9 miliar itu secara cepat. Struktur bangunan hasil karya Perseroan dinilai sudah terbentuk baik, bahkan bisa menjadi standar bagi RS PHTC lainnya.
“Terima kasih Waskita Karya, bagus dan cepat kerjanya,” ucap Budi.
Sedangkan Paulus mengatakan,peningkatan kelas RSUD TBSI sangat dinantikan masyarakat di Kabupaten Kubu Raya, dan sekitarnya. Maka Waskita Karya terus mempercepat pengerjaannya agar bisa segera digunakan.
“Suatu kebanggaan bagi kami dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia. Kehadiran RSUD TBSI Kubu Raya diharapkan dapat menjadi fasilitas kesehatan yang bisa memenuhi kebutuhan medis secara keseluruhan,” jelas Paulus, dikutip Rabu (18/3/2025).
Ia menuturkan, Waskita Karya berhasil memperbarui desain gedung dan sejumlah fasilitas di RSUD Kabupaten Kubu Raya. Total luas bangunan di atas lahan sekitar 6,4 hektar (ha) itu mencapai 6.795 meter persegi (m2).
Dalam proyek ini, sambung Paulus, WSKT mengusung pendekatan yang berpusat pada pasien, yaitu menggabungkan aspek fungsional, estetika, dan keberlanjutan. Sementara desain bangunannya mengedepankan tata letak intuitif, ruang tunggu nyaman, serta menjaga privasi pasien.
“Konsep tersebut juga menekankan efisiensi operasional melalui penerapan teknologi modern dan alur kerja yang optimal melalui efisiensi konfigurasi ruang. Kemudian guna menciptakan lingkungan sehat dan nyaman, Perseroan mengadopsi prinsip-prinsip keberlanjutan seperti penggunaan energi efisien dan ruang terbuka hijau,” jelas dia.
Kemudian untuk fasad atau tampilan luarnya, Waskita menggabungkan konsep modern dan kontekstual. Salah satunya dengan memakai motif batik khas Kalimantan Barat pada dinding, kusen, hingga atap.
“RSUD TBSI Kubu Raya diharapkan menjadi tempat nyaman dan menyenangkan bagi pasien, sehingga dapat mendorong kesembuhan lebih cepat. Pembangunan proyek ini merupakan salah satu wujud komitmen Waskita Karya dalam menjaga kesehatan bangsa,” kata Paulus.
Dirinya menyebutkan, gedung RSUD tersebut terdiri dari tiga lantai. Di lantai pertama terdapat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), radiologi, cathlab, Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), serta poliklinik.
Lalu di lantai dua tersedia ruang rawat inap standar maupun VIP, juga ruang Hemodialisa, farmasi, Lab Patologi, dan Central Sterile Supply Department (CSSD). Selanjutnya di lantai tiga terdiri dari Intesive Care Unit (ICU), High Care Unit (HCU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), juga Instalasi Bedah Sentral (IBS).
Paulus menegaskan, WSKT berpengalaman lebih dari 65 tahun dalam membangun RS di Tanah Air. Di antaranya, RSUD Tigaraksa di Tangerang, RS Cahya Kawaluyan di Padalarang, RSUD Pasar Minggu di Jakarta, RS Darurat Covid-19 Pulau Galang di Batam, RS Universitas Sumatera Utara di Medan, dan RSUD Pekan Baru.
Ada pula RS Universitas Sebelas Maret di Surakarta, RS Semen Padang di Padang, Samarinda Medical Centre, RS Sentul City di Bogor, RS Dr Sardjito di Yogyakarta, serta RS Advent di Bandung.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













