Bahlil Buka-bukaan soal Sumber Impor Minyak Indonesia, Ternyata dari Sini

Vonita Medium.jpeg

Sabtu, 14 Maret 2026 – 01:34 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih aman untuk sekitar 23 hari saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih aman untuk sekitar 23 hari saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia tidak mengimpor produk bahan bakar minyak (BBM) dari kawasan Timur Tengah.

Menurut Bahlil, Indonesia hanya mengimpor minyak mentah atau crude oil dari wilayah tersebut dengan porsi sekitar 20 persen dari total impor nasional. Sementara untuk produk BBM jadi, pasokan diperoleh dari sejumlah negara lain.

“Jadi, minyak mentahnya itu 20 persen memang dari Middle East. Sisanya kita dapat dari Angola, Nigeria, Brasil kemudian sebagian Amerika, sebagian dari Malaysia,” kata Bahlil dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan BBM jenis solar saat ini sebagian besar sudah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Hal itu, kata dia, didukung oleh program pencampuran biodiesel serta mulai beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan.

Meski demikian, Indonesia masih mengimpor BBM jenis bensin dari sejumlah negara. Pasokan tersebut antara lain berasal dari Malaysia dan Singapura.

“Bensin ini kita impor sebagian dari Malaysia, sebagian dari Singapura. Nah, ke depan memang tidak ada cara lain, kita harus mengembangkan refinery kita, kilang-kilang kita untuk kita produksi dalam negeri,” ujarnya.

Bahlil menambahkan, pemerintah berencana terus memperkuat kapasitas kilang dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada impor BBM di masa mendatang.

Di sisi lain, ia memastikan kondisi cadangan energi nasional tetap aman menjelang periode libur Hari Raya.

Menurut Bahlil, stok berbagai jenis BBM serta elpiji saat ini berada di atas batas minimal cadangan nasional yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan pasokan energi.

Untuk bensin nonsubsidi Pertamax dengan RON 92, cadangan nasional tercatat sekitar 28 hari, jauh di atas batas minimal yang ditetapkan pemerintah yakni 11 hari.

Sementara itu, cadangan BBM dengan oktan lebih tinggi seperti Pertamax Turbo (RON 98) mencapai sekitar 31 hari.

Adapun untuk BBM jenis solar subsidi, cadangan nasional tercatat sekitar 16,41 hari, juga melampaui batas minimal yang telah ditetapkan. Sedangkan solar nonsubsidi memiliki cadangan hingga sekitar 46 hari.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang