Ilustrasi – Tunjangan Hari Raya (THR). (Foto: Antara/Ardika/aa.)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden Prabowo Subianto tak mau ada drama soal hak pekerja jelang Lebaran 2026. Dalam Sidang Kabinet Paripurna, dia mewanti-wanti jajaran Kabinet Merah Putih (KMP) agar memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN cair tanpa molor.
Secara khusus, ia menunjuk Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Investasi Rosan Roeslani untuk mengawal urusan ini.
“Pastikan tunjangan hari raya untuk semua ASN, pusat dan daerah, dilaksanakan tepat waktu,” tegas Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Prabowo juga menyoroti nasib para pengemudi ojek online (ojol). Ia meminta bonus hari raya (BHR) bagi para mitra transportasi online benar-benar turun dari perusahaan ke kantong driver, sesuai besaran yang telah ditentukan pemerintah.
“Juga bonus hari raya untuk pekerja sektor transportasi online, yakinkan bahwa yang kita tentukan harus sampai ke mereka, yaitu antara Rp400 ribu sampai dengan Rp1,6 juta per orang,” ujarnya menambahkan.
Rapat kabinet hari ini memang fokus total pada kesiapan menyambut Idul Fitri. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa agenda utama Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan sore ini adalah membedah persiapan Lebaran.
“Iya betul. Jadi hari ini akan ada Sidang Kabinet mengenai kesiapan Lebaran jam 16.00 WIB,” kata Teddy kepada wartawan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Sebelum membedah angka-angka THR dan teknis mudik, para anggota kabinet lebih dulu menyelesaikan urusan spiritual. Teddy menyebut, rangkaian acara di Istana Negara dimulai dengan setor zakat berjamaah.
“Diawali dengan acara pembayaran zakat mal & zakat fitrah dari anggota kabinet ke Badan Zakat Nasional di Istana Negara, itu sekitar jam 15.00 WIB,” pungkas Teddy.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












