Warga Kabupaten Nduga mengungsi dibantu aparat TNI. (foto selingkarwilis)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 kembali mencatatkan keberhasilan besar. Tim Satgas Gakkum berhasil meringkus Philip Kobak alias Nenak Kobak, yang menjabat sebagai Komandan Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo, pada Senin (9/3/2026).
Penangkapan gembong Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini dilakukan di area Gereja GIDI Kali Brasa, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Proses penangkapan berlangsung dramatis setelah aparat melakukan pemantauan intensif, pengejaran, hingga penyisiran di lokasi persembunyian pelaku.
Kronologi Penangkapan Philip Kobak
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengonfirmasi bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja intelijen yang matang.
“Penangkapan tersebut merupakan hasil kerja intelijen dan operasi penegakan hukum yang dilakukan secara terukur oleh tim di lapangan,” ujar Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangan resminya.
Rekam Jejak Kejahatan: Pembacokan hingga Pembakaran Sekolah
Philip Kobak dikenal sebagai sosok sentral dalam struktur Kodap XVI Yahukimo. Ia diduga kuat mendalangi berbagai aksi kekerasan yang meresahkan warga sipil.
Berdasarkan catatan kepolisian, berikut adalah beberapa rekam jejak kejahatan pelaku: Aksi Pembacokan: Terlibat dalam penganiayaan berat terhadap Muhammad Syarif pada 11 Januari 2026. Pembakaran Fasilitas Pendidikan: Terlibat dalam pembakaran SMK Negeri 2 Dekai pada 14 Februari 2026. Teror Bersenjata: Terlibat aktif dalam berbagai aksi operasional kekerasan di wilayah hukum Yahukimo.
Barang Bukti
Saat ditangkap, petugas menyita sejumlah barang pribadi dan uang tunai. Namun, temuan lebih mengejutkan didapat saat tim melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Jalan Gunung, Kampung Tomon 2, Dekai.
Aparat berhasil mengamankan gudang persenjataan kecil milik tersangka yang berisi:
Amunisi: 4 butir amunisi kaliber 5,56 mm dan 2 butir kaliber 9 mm.
Senjata Tradisional: Busur dan 31 anak panah.
Senjata Tajam: 4 parang, 3 kapak, 1 sangkur, serta pisau dapur.
Barang Bukti Lainnya: 45 selongsong amunisi kaliber 7,62 mm dan 5,56 mm, serta satu buah proyektil.
“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satgas Gakkum untuk mendalami keterlibatannya dalam rentetan peristiwa kekerasan lainnya di Papua,” tutup Yusuf.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









