Masih Kasih Nafas Israel dan AS, Iran Simpan Rudal Khorramshahr-4 yang Hulu Ledaknya 1,5 Ton

Iwan Medium.jpeg

Rabu, 4 Maret 2026 – 17:07 WIB

Arsip foto - Peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara, Kamis (31/10/2024). (Foto: ANTARA/Anadolu/py).

Arsip foto – Peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara, Kamis (31/10/2024). (Foto: ANTARA/Anadolu/py).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Untuk membumi-hanguskan zionis Israel dan sejumlah fasilitas AS, Iran masih menyimpan sejumlah senjata pemusnah. Salah satunya rudal Khorramshahr-4 yang sangat menakutkan.

Rudal sepanjang 13 meter itu, memiliki jangkauan jelajah hingga 2.000 kilometer atau setara 1.242 mil dengan hulu ledak seberat 1,5 ton. Bisa dibayangkan jika rudal ini meledak di Tel Aviv, kiamat bagi Israel.

Kini, rudal Khorramshahr-4 ini menjadi pilar utama pencegahan strategis Iran karena memiliki tingkat akurasi tinggi, sekitar 30 meter. Punya kecepatan ekstrem, rudal ini diklaim mampu mengurangi waktu reaksi sistem pertahanan udara musuh secara signifikan.

Kelebihan lainnya, rudal Khorramshahr-4 dilengkapi dengan kendaraan masuk ulang bermanuver, sistem pemandu fase menengah, serta jejak radar yang rendah.
Selain itu, ketahanan tinggi terhadap perang elektronik menjadikan rudal ini senjata yang sangat sulit untuk dilumpuhkan oleh teknologi pertahanan modern.

Jika rudal ini dikerahkan, pertanda Iran sudah kehilangan kesabaran sehingga ingin meratakan Israel dan AS di muka bumi. Menariknya, senjata ini dipublikasikan militer Iran pada bulan lalu. Seolah Iran ingin unjuk gigi.

Pakar Pertahanan dari King’s College London, Profesor Michael Clarke, menduga, pihak Teheran tengah menunggu momentum yang tepat untuk meluncurkan rudal Khorramshahr-4 ke Israel maupun AS dan para sekutunya. “Bisa jadi, Iran ingin menguras pertahanan udara, kemudian membanjiri mereka di suatu titik,” ujarnya.

Saat ini, kata Clarke, Iran memang belum mengeluarkan senjata canggihnya. Hanya menembakkan drone dan rudal yang biasa-biasa saja. Beberapa kali memang menggunakan rudal balistik, namun masih tahap awal. “Mereka harus mencoba menciptakan celah, sebelum menggunakan senjata terbaik seperti Khorramshahr untuk menembus dengan hulu ledak besar,” ungkapnya.

Spesialis perang udara dari The War Zone, Thomas Newdick mengatakan, belum ada bukti bahwa Iran telah menggunakan Khorramshahr-4. “Kelebihan rudal itu adalah jangkauan dan ukuran hulu ledaknya. Rudal itu adalah bom klaster yang sangat mematikan terhadap personel,” imbuh Newdick.

Dengan panjang sekitar 13 meter dan ditenagai bahan bakar cairan hipergolik (hypergolic), memungkinkan rudal ini melaju dengan cepat sejauh 2.000 kilometer, mencapai kota-kota besar seperti Tel Aviv dan Riyadh.

Bahkan rudal ini disinyalir dapat mencapai Mach 8 di atmosfer dan Mach 16 saat melintas di luar atmosfer. Menariknya rudal ini mampu membawa hingga 1,8 ton, menjadikannya salah satu rudal dengan kapasitas payload terbesar di kelasnya.