Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memberikan keterangan pers persiapan Nataru di Kantor Kemenko Infrawil, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (Foto: Inilah.com/Reyhaanah)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyayangkan serangan Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran. Membuat guncang geopolitik dunia.
“Iya, kita juga tentunya sangat-sangat menyayangkan ya terjadinya kembali perang, serangan Israel ke Iran yang kita tahu juga pasti akan mengakibatkan goncangan geopolitik, terutama di Timur Tengah,” kata AHY kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, dikutip Minggu (1/3/2026).
AHY mengatakan, serangan tersebut sangat berpengaruh pada keamanan dunia sekaligus stabilitas secara keseluruhan. Dan, kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia juga akan terdampak.
Ketua Umum Partai Demokrat ini pun, menyebut, situasi ini bisa segera diantisipasi pemerintah Indonesia. Pasalnya, serangan tersebut akan memengaruhi sektor penerbangan ke kawasan Timur Tengah.
“Dan kita tetap mengantisipasi. Saya rasa ini sesuatu yang memang harus bisa kita mitigasi, termasuk mudah-mudahan tidak terlalu mengganggu penerbangan,” kata AHY.
“Tapi pasti maskapai-maskapai juga akan menghitung kembali faktor keselamatan nomor satu, karena lintasannya kita tidak pernah bisa prediksi ya, namanya perang apalagi menggunakan misil, rudal jarak jauh,” jelasnya.
Dia berharap, serangan dari negeri zionis Israel serta AS, bisa segera diakhiri. Sehingga tragedi kemanusiaan serta tantangan di sektor ekonomi hingga energi dunia bisa segera teratasi.
“Sekali lagi kita berharap ini bisa segera berakhir-lah yang begini-begini ya. Karena memang ini akan mengakibatkan bukan hanya tragedi kemanusiaan, tapi juga akan menyebabkan berbagai tantangan yang berat di sektor ekonomi, termasuk energi dunia,” tuturnya.
Kini konflik tak imbang antara duet Israel-AS melawan Iran, perkembangannya semakin buruk. Serangan bertubi-tubi menghancurkan Iran, ratusan korban jiwa melayang. Termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei diberitakan tewas pada Sabtu (28/2).
Atas perkembangan ini, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran menutup jalur vital perdagangan minyak dunia yang terletak di Selatan Iran, yaitu Selat Hormuz. Dampaknya sangat menganggu distribusi minyak mentah dan gas dunia.
“Saat ini dilakukan penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul agresi terhadap Iran,” ungkap Brigadir Jenderal IRGC Ibrahim Jabari, dikutip Minggu (1/3/2026).
Sementara itu, pejabat misi Angkatan laut Uni Eropa Apsides mengungkap informasi penutupan Selat Hormuz telah disebarkan. Melalui transmisi radio VHF dari Garda Revolusi Iran, kapal-kapal dilarang melewati kawasan tersebut. “Tidak ada kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz,” bunyi peringatan IRGC.
Di sisi lain, Kementerian Perkapalan Yunani, mengutip Reuters, mengimbau kapal-kapal pembawa minyak tersebut menghindari Teluk Persia, Teluk Oman, dan Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur krusial bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global. Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui selat tersebut, terutama ke Asia.
Bahkan, salah satu pengekspor gas alam cair terbesar di dunia, Qatar, mengirimkan hampir semua produk mereka melalui selat tersebut.












