Jujur saja, saya datang ke acara preview Samsung Galaxy S26 Series di Jakarta hari ini dengan keyakinan penuh bahwa dompet saya aman. Sebagai pengguna ekosistem Apple lama dan pengguna Samsung Galaxy S24+. Niat untuk upgrade sebenarnya? Nol besar.
Namun, siapa sangka, hanya butuh waktu beberapa menit memegang Galaxy S26 Ultra untuk membuat keyakinan belasan tahun itu sedikit goyah. Dan anehnya, bukan karena spesifikasi dewa atau AI super canggih yang bikin saya kepincut.
Bukan Soal Desain atau Kamera
Mari kita singkirkan dulu hal-hal klise. Ya, S26 Ultra memang terasa lebih ringan dan tipis. Warna silver shadow-nya sangat menggoda mata, jauh lebih elegan dari render bocoran di internet.
Kameranya? Fantastis. Susunan tiga lensa vertikal di belakang terlihat lebih rapi ketimbang “boba” raksasa milik iPhone 17. Meski saat diletakkan di atas meja, ponsel ini agak goyang—sebuah kompromi desain yang akhirnya membuat saya paham mengapa Apple ngotot dengan modul kamera tebalnya.

Namun, bukan warna cantik atau lensa 200 MP yang membuat saya terdiam.
Fitur ‘Receh’ yang Bikin Apple Ketar-Ketir
Senjata rahasia Samsung kali ini adalah sesuatu yang mungkin sering kita anggap remeh, tetapi sebenarnya menjadi masalah sosial terbesar pengguna smartphone: Privasi saat memamerkan layar.
Samsung sangat membanggakan fitur Privacy Display di panggung utama, yang dirancang untuk mencegah shoulder surfing (orang mengintip layar kita di bus atau KRL). Itu bagus, tapi mari kita realistis. Berapa sering sih Anda membuka data super rahasia di angkot?

Yang justru menjadi game changer—dan entah mengapa Samsung kurang menggembar-gemborkannya—adalah kemampuan untuk membatasi efek layar anti-intip ini hanya pada notifikasi Anda saja.
Pernahkah Anda berada di situasi ini: Anda sedang bersemangat menunjukkan meme lucu atau menu GoFood ke teman sebelah Anda. Tiba-tiba, pop-up pesan WhatsApp dari pacar (atau bos yang sedang marah) muncul di layar. Panik? Tentu saja. Teman Anda pun pura-pura tidak melihat dengan canggung.
Biasanya, sebagai pengguna iPhone, saya harus ingat untuk mengaktifkan Do Not Disturb sebelum meminjamkan layar. Repot.
Di S26 Ultra, Samsung menyelesaikan masalah ini dengan elegan. Saat layar sedikit saja dimiringkan ke arah teman Anda, notifikasi pop-up yang muncul otomatis menjadi buram atau abu-abu.
Jika dimiringkan lebih jauh, pesannya benar-benar diblokir hitam layaknya dokumen rahasia negara yang disensor. Teman Anda bisa melihat meme lucu itu dengan jelas, tapi tidak bisa membaca notifikasi chat Anda.
Kustomisasi Level Dewa
Lebih gila lagi, fitur perlindungan privasi ini sangat bisa dikustomisasi. Anda bisa memilih aplikasi mana saja yang “wajib” mendapat perlakuan layar privasi setiap saat. Misalnya, Anda mengatur agar aplikasi M-Banking BCA atau aplikasi crypto selalu digelapkan dari pandangan samping, sementara aplikasi lain tetap normal.
Ini adalah tingkat kendali privasi yang bahkan belum pernah saya bayangkan ada di iPhone.
Jadi, pertanyaannya: Apakah satu fitur layar anti-intip bawaan yang super kustom ini cukup untuk membuat seorang fanboy Apple membelot ke Samsung?
Jawaban jujur saya saat ini adalah: Mungkin saja.
Jika fitur “receh” namun sangat krusial bagi kehidupan sosial ini tidak membuat Apple panik dan segera meracik fitur serupa untuk iPhone 18 tahun depan, mereka benar-benar sedang tertidur di belakang kemudi.













