FIFA menyatakan keyakinannya terhadap kesiapan Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. Hal itu disampaikannya merespons gelombang kekerasan baru-baru ini mengguncang negara tersebut pascatewasnya gembong kartel narkoba Nemesio “El Mencho” Oseguera.
Infantino menegaskan bahwa situasi tetap terkendali. Bahkan, persiapan pesta sepak bola terbesar jagat raya itu akan berjalan spektakuler tanpa gangguan keamanan yang berarti bagi para penggemar.
“Sangat meyakinkan, semuanya baik-baik saja. Ini akan menjadi luar biasa,” ujar Presiden FIFA Gianni Infantino dikutip dari AFP, Rabu (25/2/2026).
Publik internasional disebut khawatir setelah anggota kartel Jalisco New Generation (CJNG) melakukan aksi pembakaran dan blokade jalan di 20 negara bagian, termasuk di kota tuan rumah Guadalajara.
Jaminan Pemerintah Meksiko
Keyakinan serupa ditekankan oleh Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum. Dia menjamin tidak ada risiko bagi para pendukung yang akan datang ke Meksiko pada Juni mendatang.
Pemerintah Meksiko mengklaim situasi berangsur normal meskipun operasi militer di peternakan dekat Guadalajara itu menewaskan sedikitnya 74 orang, yang mayoritas merupakan anggota kartel.
Situasi kerusuhan memburuk dengan amat cepat setelah operasi militer di Tapalpa memicu aksi balasan dan pemblokiran jalan di sekitar 20 negara bagian Meksiko. Dampaknya langsung terasa di kancah sepakbola domestik.
Empat pertandingan profesional terpaksa ditunda, termasuk laga besar sepakbola wanita bertajuk “Clasico Nacional” antara Chivas dan America. Guadalajara sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia 2026, serta laga play-off antarkonfederasi pada Maret mendatang.
Kondisi ini membuat tekanan terhadap penyelenggara meningkat drastis untuk memastikan jaminan keamanan sebelum turnamen 48 tim tersebut digelar.
FIFA Terus Pantau
FIFA melalui kantor perwakilannya di Meksiko menyatakan terus memantau situasi di negara bagian Jalisco dan menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah setempat.
“Di FIFA Mexico, kami memantau secara ketat situasi di Jalisco dan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait. Kami akan mengikuti arahan berbagai lembaga pemerintah guna menjaga keselamatan publik dan memulihkan kondisi normal, serta menegaskan kolaborasi erat kami dengan otoritas federal, negara bagian, dan lokal,” demikian pernyataan juru bicara FIFA dilansir The Athletic.
FIFA juga disebut telah meminta laporan internal untuk dikirim ke kantor pusat di Zurich, Swiss, agar pimpinan FIFA memperoleh gambaran menyeluruh soal perkembangan situasi keamanan dan potensi dampaknya terhadap operasional turnamen. Meski kondisi masih penuh ketidakpastian, badan pemerintahan sepakbola dunia itu menegaskan tetap fokus pada keselamatan seluruh pihak, meski persiapan di tiga kota tuan rumah Meksiko yakni Guadalajara, Monterrey, dan Mexico City, diklaim tetap berjalan sesuai rencana.
Kondisi Kota Penyelenggara
Guadalajara dijadwalkan menjadi panggung bagi empat pertandingan babak penyisihan grup, termasuk laga bergengsi antara Uruguay melawan Spanyol.
Selain itu, kota tersebut bersama Monterrey akan menjadi lokasi turnamen play-off pada akhir Maret untuk menentukan dua tim terakhir yang lolos ke putaran final. Gubernur Jalisco Pablo Lemus bahkan menepis spekulasi mengenai kemungkinan pencoretan Guadalajara sebagai tuan rumah akibat isu keamanan.
Dampak kerusuhan memang sempat menyentuh sektor industri, di mana pabrikan otomotif asal Jepang, Honda, memilih menghentikan sementara operasional pabrik perakitannya di Guadalajara sebagai langkah pencegahan.
Namun, fokus dunia kini tertuju pada laga persahabatan antara Meksiko melawan Islandia di Queretaro pada Rabu ini. Laga tersebut menjadi ujian perdana bagi aparat keamanan dalam menyelenggarakan pertandingan skala internasional pascainsiden tersebut.













