Purbaya Pilih Ikuti Arahan Dasco Soal Pengadaan 105.000 Impor Mobil Pikap Asal India

Clara Medium.jpeg

Selasa, 24 Februari 2026 – 20:41 WIB

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Inilah.com/Clara Anna S)

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Inilah.com/Clara Anna S)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa akan mengikuti saran Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad terkait impor 105.000 unit mobil pikap asal India untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“Pak Dasco ada komentar kan kemarin. Ya, kita ikutin Pak Dasco saja,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Purbaya mengatakan, penundaan tersebut sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto yang selalu menekankan kemandirian. Dalam konteks ini, industri otomotif dalam negeri perlu diprioritaskan.

“Kalau menurut saya harusnya sih kalau Presiden juga tujuannya adalah menggalakkan industri dalam negeri. Saya pikir presiden sih posisinya clear dalam hal ini,” tutur mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, menyarankan pemerintah untuk menunda rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India. Permintaan penundaan disampaikan Dasco karena Presiden Prabowo masih berada di luar negeri, dan belum membahas secara rinci rencana tersebut.

“Saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri,” kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo nantinya akan membahas secara detail rencana impor tersebut, setelah kembali ke Indonesia. Tentu saja dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan kepentingan nasional.

“Presiden saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut. Dan, tentunya akan meminta pendapat serta mengalkulasi kesiapan dari perusahaan di dalam negeri,” ujarnya.

Ia menegaskan, penundaan tersebut penting agar pemerintah dapat memastikan kebijakan yang diambil tidak merugikan industri nasional dan tetap mempertimbangkan kemampuan produksi dalam negeri. “Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu,” tegas Dasco.

Inisiatif Agrinas

Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota mengungkap, impor 105.000 mobil pikap buatan India itu, untuk keperluan logistik KDKMP, merupakan inisiatif perusahaan.

Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota berfoto bersama Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Agrinas sepakat mengimpor 105.000 unit pikap dan truk dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih. [Foto: Tata Motors]
Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota berfoto bersama Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Agrinas sepakat mengimpor 105.000 unit pikap dan truk dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih. [Foto: Tata Motors]

Setelah pertemuan dengan pabrikan mobil di Indonesia yang menyimpulkan ketidakmampuan produsen dalam ‘bulk selling’.

Asal tahu saja, bulk selling merupakan metode penjualan produk dalam jumlah besar sekaligus, umumnya langsung dari produsen atau distributor kepada pengecer, bisnis lain, atau konsumen akhir yang membeli dalam volume besar.

“(Impor) Ini inisiatif karena melihat ketidakmampuan produksi daripada semua produsen yang kami undurkan semua yang tadi saya tampilkan disini semua adalah produsen yang selama ini menjual mobil di Indonesia,” kata Joao, di Yodya Tower, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Ia mengatakan, keputusan impor ini tidak ada arahan dari siapapun dan murni karena alasan ketidakmampuan produsen di Indonesia. “Terkait arahan khusus tidak ada, tapi dari hasil negosiasi ketidakmampuan teman-teman untuk mensuplai Agrinas sehingga memaksa kami untuk melakukan impor,” ucapnya.

“Jadi kalau teman-teman ada yang mau menjual secara bulk dan mampu mensuplai Agrinas sesuai dengan waktu yang diberikan kepada kami, kami tidak akan mungkin melakukan impor,” sambungnya.