Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky Perdana Gozali memberikan keterangan pers mengenai persiapan uang tunai Lebaran 2026 melalui program SERAMBI, di Jakarta, Kamis (19/2/2026). BI menyiapkan Rp185,6 triliun dan memperluas titik penukaran di seluruh Indonesia untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. (Foto: Inilah.com/Tangkapan Layar).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ricky Perdana Gozali menyampaikan, BI menyiapkan Rp185,6 triliun untuk penukaran uang menjelang Lebaran di seluruh Indonesia melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026. Nilai ini meningkat 15 persen dibanding periode sebelumnya.
Ricky menjelaskan, peningkatan penyediaan uang tunai diharapkan dapat mendorong prospek pertumbuhan ekonomi.
“Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan baik. Tentunya kebutuhan uang tunai di tengah masyarakat juga meningkat. Karenanya kami lakukan peningkatan sekitar 15 persen untuk penukaran, sekitar Rp185,6 triliun kita siapkan di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia bekerja sama dengan kantor perbankan,” ujar Ricky dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Selain itu, BI juga menaikkan nilai paket penukaran uang untuk Lebaran 2026 agar masyarakat memperoleh uang layak edar dengan nominal lebih besar.
“Bank Indonesia berkomitmen untuk memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat di NKRI terpenuhi. Kami punya posisi kas siap edar yang memadai,” kata Ricky.
Dia menambahkan, paket penukaran ditingkatkan dari Rp4,3 juta menjadi Rp5,3 juta per paket. Jumlah paket juga hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, meningkat 86 persen.
“Kami meningkatkan paket penukaran uang dari yang tadinya satu paket Rp4,3 juta menjadi Rp5,3 juta per paket. Jadi masyarakat bisa melakukan penukaran lebih besar lagi, kemudian jumlah paket juga lebih banyak. Kita lakukan peningkatan 86 persen, hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya,” ujar Ricky.
Untuk mempermudah akses masyarakat, pemesanan penukaran bisa dilakukan melalui aplikasi PINTAR. BI juga memperluas titik penukaran di seluruh Indonesia.

“Titik-titik di seluruh Indonesia kita tingkatkan, lebih dari 2.883 titik dan 8.755 layanan penukaran di seluruh Indonesia untuk masyarakat bisa pakai untuk penukaran,” tuturnya.
Pertumbuhan Ekonomi
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 tetap tinggi. Proyeksi ini ditopang oleh konsumsi masyarakat yang meningkat seiring momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, Idul Fitri 1447 H, dan Waisak.
Secara keseluruhan, BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2026 berada dalam kisaran 4,9–5,7 persen (year on year/yoy).
“Kami melihat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 masih akan tetap tinggi. Karena di triwulan I ini, seperti kami sampaikan tadi, ada Tahun Baru Cina, Imlek, ada juga kemudian Idul Fitri, demikian juga ada Waisak. Dan ini akan mendorong peningkatan konsumsi,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Selain konsumsi, investasi diprakirakan tumbuh lebih tinggi, didorong oleh belanja pemerintah, termasuk program hilirisasi sumber daya alam (SDA), serta membaiknya keyakinan pelaku usaha.












