KKP Bangun Tambak Udang di Sumba Timur Senilai Rp7,2 Triliun

Clara Medium.jpeg

Selasa, 17 Februari 2026 – 21:15 WIB

Kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. (Foto: dok-KKP)

Kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. (Foto: dok-KKP)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan nilai investasi mencapai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp7,2 triliun.

Proyek ini digadang sebagai program strategis nasional untuk memperkuat industri perikanan budi daya dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu, menjelaskan kawasan ISF tersebut mencakup pembangunan sarana hulu hingga hilir seperti intake air laut, tandon utama, kolam budidaya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), fasilitas kawasan, penghijauan, serta pengadaan peralatan dan mesin.

“Kawasan ini dirancang sebagai role model pengembangan budi daya udang nasional yang modern, ramah lingkungan, dan berdaya saing global,” ujar Haeru Rahayu, Jakarta, dikutip Selasa (17/2/2026).

Dengan luas lahan sekitar 2.150 hektare, kawasan tambak ini ditargetkan mampu menghasilkan 55 ton per hektare per siklus, dengan proyeksi produksi mencapai 52.800 ton udang per tahun.

Selain peningkatan produksi, pembangunan juga menekankan pada penguatan sumber daya manusia lokal, penciptaan lapangan kerja, serta penerapan standar akuakultur yang baik dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga menyambut positif proyek ini yang diyakini akan menjadi penggerak ekonomi baru di Sumba Timur.

“Proyek ini diharapkan menjadi pengungkit ekonomi regional,” katanya.