Presiden Prabowo Subianto Peresmian dan Groundbreaking 1.179 SPPG serta Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (Foto: Antara/Maria Cicilia Galuh)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden Prabowo Subianto menyindir sejumlah pengusaha kakap yang sukanya mengajukan kredit bertenor panjang. Mereka juga hobi meminta restrukturisasi atau penangguhan pembayaran cicilan.
Tabiat ini, jelas mempersulit pengusaha kecil atau mikro lainnya yang ingin mendapatkan kredit untuk keberlangsungan bisnisnya. “Para pengusaha-pengusaha besar kadang-kadang minta kredit juga belasan tahun, itu pun sering minta restrukturisasi,” ujar Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Namun demikian, Prabowo yang berlatar belakang pengusaha itu, mengakui pernah mengajuan restrukturisasi kredit juga. Dia pun menyebut para pengusaha tersebut meminta belas kasihan.
“Saya ini sudah lama jadi orang Indonesia dan pernah menjadi pengusaha juga. Saya pun pernah minta restrukturisasi, dengan kata lain, lebih sederhananya minta belas kasihan berupa perpanjangan,” kata dia.
“Benar atau tidak? Mana menteri-menteri yang juga pengusaha? Nah,” tambahnya.
Dia menegaskan, agar rakyat kecil juga memiliki kesempatan yang sama seperti para pengusaha besar, yakni mendapatkan kredit untuk modal bisnis, pemerintah menyediakan pinjaman yang tempo pengembaliannya cukup panjang. Hingga 12 tahun. Penyaluran kredit tersebut lewat koperasi.
“Yang nanti mereka akan kembalikan investasi itu tapi kita kasih kelonggaran mengembalikannya supaya tidak terlalu berat untuk mereka kita beri kelonggaran pengembaliannya bisa di atas 10 tahun, 11-12 tahun,” tutur dia.
Nantinya, pinjaman tersebut dapat digunakan seperti untuk pengadaan fasilitas ruang pendingin (cold storage) untuk desa-desa nelayan.
“Kalau pengusaha-pengusaha besar boleh dikasih, masa nelayan-nelayan kita enggak kita berdayakan. Belum pernah mereka dapat kesempatan ini, banyak yang nangis di pulau-pulau terpencil, sekarang kita hadir kita memberi harapan ke depan,” ungkapnya.













