Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria di Jakarta, Kamis (9/10/2025). (Foto: Antara).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria memastikan penggabungan atau merger maskapai pelat merah, resmi dilakukan di kuartal I-2026.
Telah diputuskan bahwa PT Garuda Indonesia (Persero/GIAA) Tbk menjadi induk atau holding dari Citilink dan Pelita Air yang semula menjadi anak usaha PT Pertamina (Persero). “(Merger) Garuda di kuartal I,” tegas Dony di Jakarta, dikutip Jumat (12/2/2026).
Dony menjelaskan, proses penggabungan dari beberapa maskapai penerbangan pelat merah itu, tentunya dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pisahkan berbagai permasalahan yang mendera masing-masing maskapai, dan menyusun konsep bisnis yang mumpuni di masa depan.
“Saya selalu bilang, kita harus pisahkan antara problem dengan konsep. Kan, setiap bisnis itu harus menyatu dalam satu ekosistem airlines. Begitu, ya,” ungkapnya.
Dony berharap, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap proses pembenahan di tubuh Garuda Group. Di mana, perbaikan terus dilakukan, sementara Danantara sebagai pemegang saham utama, akan terus memantau transformasi bisnis Garuda. “Pasti kita harus monitor juga proses transformasi daripada Garuda Indonesia, ini nantinya lebih bagus,” tutupnya.
Di sisi lain, langkah merger dari maskapai penerbangan ini, bertujuan untuk mencegah saling bunuh alias kanibal dari sesama maskapai penerbangan pelat merah. Baik Garuda, Citilink maupun Pelita tidak boleh sikut-sikutan dalam memasuki pasar.
“Kuncinya adalah harus dipastikan untuk tidak saling kanibal. Orang Garuda dan Citilink saja kami tidak izinkan. Apalagi nanti ada Pelita,” ujar Febri di Jakarta, Jumat (14/11/2026).
Menurutnya, rencana penggabungan usaha ini, perlu segera dieksekusi sebelum lanjut ke tahapan berikutnya. Bagian terpenting dari proses streamline adalah menghilangkan kompetisi internal dan itu tadi, saling bunuh antar maskapai pelat merah. “Nanti dibagi segmentasinya, termasuk brandingnya. Mohon sabar, tunggu ya tunggu,” kata Febri.
Terkait masuknya Pelita Air, menurut Febri, akan memberikan banyak manfaat kepada seluruh pihak, termasuk maskapai milik Pertamina itu. Banyak praktik bisnis positif yang bisa diadopsi. “Likewise ada best practice di Citilink dan Garuda yang harus menjadi manfaat untuk Pelita Air. Semuanya harus saling memperkuat,” pungkasnya.













