1,2 Juta Warga RI Kena Demensia, Program Deteksi Dini Gratis Digencarkan

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 13 Februari 2026 – 19:33 WIB

Ilustrasi. Pengobatan demensia (Foto: Prodia)

Ilustrasi. Pengobatan demensia (Foto: Prodia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Perusahaan jaringan laboratorium klinik dan layanan kesehatan, Prodia Widyahusada mengumumkan kelanjutan Program Skrining Demensia Gratis pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya antusiasme masyarakat pada periode 2024–2025 yang berhasil menjangkau 40.000 peserta di seluruh Indonesia.

Tahun ini, Prodia menargetkan dapat melayani 20.000 peserta baru, khususnya masyarakat lanjut usia (lansia) di atas 50 tahun. Inisiatif ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam mendukung pilar keberlanjutan Environmental, Social, and Governance (ESG), serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait kesehatan dan kesejahteraan.

Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati, mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2025 saja, program ini menjangkau hampir 30.000 peserta, melampaui 140% dari target awal.

“Hal ini menandakan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat, khususnya kelompok usia lanjut, terhadap risiko demensia serta kesadaran akan pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kualitas hidup di usia lanjut,” ujar Indriyanti di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Mekanisme skrining dilakukan secara bertahap di cabang Klinik Prodia. Tahap awal menggunakan Kuesioner AD-8 INA, dilanjutkan dengan pemeriksaan MOCA-INA oleh dokter bagi peserta dengan skor tertentu.

AVP Business Prodia, Indri Marya Wulandari, menambahkan bahwa peserta yang terindikasi mengalami penurunan fungsi kognitif akan mendapatkan rujukan ke Prodia Senior Health Centre yang berlokasi di Jakarta, Surabaya, dan Makassar untuk penanganan lebih lanjut oleh spesialis.

Sebagai informasi, data Alzheimer’s Disease International mencatat sekitar 55 juta orang di dunia hidup dengan demensia, dan jumlah ini diperkirakan naik tiga kali lipat pada 2050. Di Indonesia, estimasi pengidap demensia telah mencapai lebih dari 1,2 juta orang, sehingga deteksi dini menjadi sangat krusial.