Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menyimak penjelasan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa terkait hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I 2026 di Gedung Juanda Kemenkeu, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: Antara/Muhammad Adimaja/aww).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu yakin bulan puasa bakal jadi bahan bakar tambahan bagi pertumbuhan kredit, terutama di sektor konsumsi.
Optimisme itu bukan tanpa angka. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya sudah memasang target pertumbuhan kredit di kisaran 10–12 persen tahun ini. LPS berharap laju itu bisa tercapai, bahkan lebih baik dari tahun lalu yang masih tertahan di bawah 10 persen.
Ramadan, kata Anggito, selalu membawa efek musiman: belanja naik, perputaran uang lebih kencang, dan kebutuhan pembiayaan ikut terdorong.
“Jadi kita harapkan untuk momentum Ramadan ini bisa meningkatkan, khususnya kredit konsumsi,” ucapnya di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Ia menegaskan, dari sisi dapur perbankan, likuiditas dalam kondisi cukup tebal. Artinya, bank punya amunisi untuk menyalurkan kredit lebih agresif saat permintaan naik.
Dengan bantalan likuiditas yang memadai, sektor perbankan dinilai punya ruang untuk tancap gas, terutama menjelang dan selama Ramadan 2026, ketika konsumsi biasanya melonjak.
Tak hanya faktor musiman, kebijakan pemerintah juga ikut dihitung. Penetapan cuti bersama dan skema work from anywhere (WFA) diyakini bisa memberi efek berganda ke sektor konsumsi.
Menurut Anggito, lonjakan aktivitas pariwisata dan belanja selama periode itu berpotensi mendorong kebutuhan pembiayaan, baik bagi individu maupun pelaku usaha jasa.
“Lagi pula, pemerintah memberikan kesempatan untuk libur cuti bersama, dan WFA yang juga mudah-mudahan bisa meningkatkan permintaan atas jasa pariwisata atau jasa-jasa lain berkaitan dengan konsumsi,” kata dia.
Sebelumnya, pemerintah resmi menetapkan kebijakan WFA pada periode libur Lebaran 2026 dan mengimbau perusahaan tidak memangkas jatah cuti tahunan karyawan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merinci, skema WFA berlaku pada 16–17 Maret 2026 saat arus mudik serta 25–27 Maret 2026 saat arus balik.
“Untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat dan memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan selama libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/2/2026).














