Dukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, PLN pasang both di gelaran IIMS 2026. (Foto: Dok. PLN).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kehadiran PT PLN (Persero) dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 bukan sekadar meramaikan pameran otomotif tahunan. Industri setrum pelat merah itu, membawa gagasan besar tentang masa depan mobilitas hijau Indonesia.
Vice President Pengelola Pemasaran PLN, Revanny Yudhistira mengatakan, melalui platform PLN Mobile, industri nasional milik negara ini, menegaskan komitmennya membangun ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang terintegrasi, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
“Upaya ini tidak hanya berfokus pada penyediaan tenaga listrik dan infrastruktur, tetapi juga membangun keyakinan bagi pemilik maupun calon pemilik kendaraan listrik,” kata Revanny di Jakarta, dikutip Senin (9/2/2026).
Ditegaskan, PLN tidak hanya bertugas menyediakan pasokan listrik dan infrastruktur pengisian daya. “Kami ingin para pemilik dan calon pemilik EV punya keyakinan bahwa setelah mereka membeli kendaraan listrik, sudah ada ekosistem yang mendukung seluruh kebutuhannya. Lewat PLN Mobile, semua kebutuhan itu dijawab dalam satu platform,” ujarnya
Di IIMS 2026, lanjutnya, PLN mengusung tema EV Ecosystem Powered by PLN Mobile-Your EV Partner. Platform ini dirancang menjadi pintu masuk utama bagi seluruh layanan kelistrikan yang berkaitan dengan kendaraan listrik. Mulai dari pengisian daya di rumah, pengisian di perjalanan melalui SPKLU, hingga layanan untuk pengguna motor listrik. Langkah ini merupakan bagian dari peran PLN sebagai enabler transisi energi.
“Tujuan PLN membangun green energy harus diikuti dengan menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika masyarakat beralih ke kendaraan listrik, kami harus hadir di sisi layanan, bukan hanya sebagai penyedia listrik,” jelasnya.
Revanny menjelaskan, sebagian besar pengguna kendaraan listrik, melakukan pengisian daya di rumah. Polanya mirip dengan kebiasaan mengisi baterai ponsel. “Saat selesai beraktivitas dan beristirahat, mobil juga diistirahatkan sambil di-charge. Itulah fungsi utama home charging,” katanya.
Melalui produk Home Charging Ultima, PLN menawarkan paket premium yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan PLN. Keunggulan utamanya adalah tarif diskon pada pukul 22.00–05.00. Dengan skema ini, biaya pengisian bisa turun hingga Rp178 per kilometer. Jauh lebih murah dibanding pengisian di SPKLU yang berkisar Rp370 per kilometer, apalagi dibanding mobil berbahan bakar bensin yang mencapai sekitar Rp1.300 per kilometer.
“Perbandingannya sangat terasa. Dari Rp1.300 turun ke Rp370, lalu ke Rp178. Bagi masyarakat yang cermat mengatur pengeluaran, ini sangat menguntungkan,” ujar Revanny.
Salah satu pengunjung booth PLN di IIMS 2026, Rudy Hudin mengakui, seluruh layanan kelistrikan, saat ini, dapat diakses melalui PLN Mobile. Proses administrasi seperti tambah daya hingga perubahan layanan, dapat diselesaikan dengan cepat tanpa harus datang ke kantor PLN. “Pengisian daya di rumah rasanya seperti punya SPKLU sendiri. Biayanya murah dan sangat mendukung mobil listrik untuk Indonesia yang lebih hijau,” ujarnya.
Pengunjung lainnya, Rajha Effendy menyebut, aplikasi PLN Mobile cukup membantu karena pengguna dapat memantau status baterai dan ketersediaan SPKLU.
“Ya lumayan simple sih lewat aplikasi PLN Mobile untuk nge-charge mobil, Terus kan bisa diliat juga ya baterai kita pas lagi ngecharge berapa-berapa. Terus yang lagi pakai ada orang apa enggak. Ya lumayan simple sih Aplikasinya lumayan membantu,” katanya.














